Showing posts with label Puncak. Show all posts
Showing posts with label Puncak. Show all posts

Frank And Dan Carney Free Inspiration: Kegagalan

Monday, September 07, 2009




Pada tahun 1958, Fran dan Dan Carney mengoperasikan restoran pizza di seberang toko makanan keluarga di Wincia untuk biaya pendidikan perguruan tinggi mereka. Sembilan belas tahun kemudian, Fran Carney menjual tiga ribu seratus rangkaian restoran pizza yang bernama Pizza Hut sebanyak tiga ratus juta dolar.

Nasihat Carney untuk yang baru memulai bisnis kedengaran aneh. "Anda perlu belajar untuk kalah." Dia menjelaskannya begini: "Saya telah terlibat dalam kira-kira lima puluh bisnis yang berbeda dan kira-kira lima belas diantaranya berhasil. Itu berarti saya punya kira-kira rata-rata tiga puluh persen. Tetapi Anda perlu terus berusaha dan bahkan paling penting terus berusaha setelah Anda kalah. Anda tidak pernah belajar kalau Anda menang. Anda perlu belajar untuk kalah."

Carney mengatakan Pizza Hut sukses karena dia belajar dari kesalahan-kesalahannya. Ketika usaha perluasan di Oklahoma City gagal, dia menyadari pentingnya lokasi dan dekorasi. Ketika penjualan merosot di New York, dia memperkenalkan kulit yang tebal. Ketika restoran pizza regional mulai ambil bagian dalam pangsa pasar, dia memperkenalkan pizza gaya Chicago.

Carney gagal berkali-kali, tetapi dia benar-benar membuat kegagalannya berhasil baginya. Itulah pemikiran positif. Kalau Anda mau memanfaatkan kegagalan Anda sebagai batu pijakan dalam mengejar tujuan hidup, saya akan berjumpa dengan Anda di puncak sukses!

ENERGI DAN KEGIGIHAN BISA MENGEPASKAN HAMPIR SIAPA SAJA UNTUK JENIS KEDUDUKAN APA PUN. (THEODORE F. MARSELES)


Baca selengkapnya.....

A Marian German Free Inspiration: Peningkatan




Belum begitu lama berselang anak-anaklah yang masuk ruang keluarga untuk menyelesaikan pekerjaan rumah; sekarang Ayah dan Ibu juga ikut menghadapi buku. Sepuluh tahun yang lalu rata-rata usia mahasiswa perguruan tinggi sembilan belas tahun. Sekarang 30 tahun, sebab semakin banyak orang dewasa yang mendaftarkan diri di perguruan tinggi untuk menuntut pelajaran secara penuh.

Marian German, seorang nenek berumur lima puluh tahun, belum lama ini berhenti dari pekerjaannya sebagai sekretaris untuk mengejar gelar dalam psikologi. "Anak-anak saya sudah besar," kata Marian dengan bahagia. "Saya bebas untuk memperluas cakrawala."

Maureen Promitz, seorang ibu berumur tiga puluh lima tahun, bukan hanya bekerja paruh waktu di sebuah pusat kesehatan, dia juga masuk sekolah malam. Dia mengincar kedudukan administratif tingkat puncak di bidang medis. Maureen berkata," Saya ingin meningkat, untuk maju."

Mahasiswa yang lebih tua semakin lazim di ruang kelas perguruan tinggi. Dengan rentang kehidupan kita yang terus semakin panjang, kemungkinan Anda akan hidup sampai umur delapan puluh dan sembilan puluh tahun terus semakin kuat. Anda bisa menjadikan tiga puluh atau empat puluh tahun yang terakhir tahun-tahun terbaik kalau Anda mempersiapkannya. Ingat, masa depan Anda tepat sebagaimana Anda membuatnya. Sepuluh tahun dari hari ini Anda akan lebih tua sepuluh tahun. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah apakah Anda akan lebih maju sepuluh tahun?

PERHATIAN SAYA ADALAH PADA MASA DEPAN KARENA SAYA AKAN MELEWATKAN SISA HIDUP SAYA DI SANA. (CHARLES F. KETTERING)


Baca selengkapnya.....

Mutu Rendah

Friday, September 04, 2009




Sebuah penelitian belum lama ini menunjukkan bahwa menyerah merupakan kebiasaan yang didapat. Anda bisa belajar untuk tekun atau punya tekad semudah Anda belajar menyerah.

Selama lima tahun yang terakhir, para ahli biologi dan psikologi melakukan eksperimen yang mengukuhkan sekuat apa pandangan mental kita mempengharuhi hasil kita dalam kehidupan. Di Universitas Johns Hopkins, para ilmuwan telah menemukan binatang laboratorium belajar menyerah. Peganglah seekor tikus erat-erat sehingga tidak perduli sekeras apa pun dia berusaha dia tidak akan bisa melepaskan diri, dan akhirnya dia melepaskan perjuangan menghadapi kekuatan yang mustahil dilawannya. Kemudian letakkan dia dalam tangki air dan dia bahkan tidak berusaha berenang ke tempat yang aman. Dia sudah belajar menyerah.

Walaupun manusia tentu saja bukan tikus, kita bisa memilih kebiasaan hidup kita. Teman-teman kita dikalangan medis sering memberikan penyerahan kepada kematian orang yang sudah meninggal dalam pengertian "Dia tidak punya apa-apa untuk dihayati," atau "Dia hanya menyerah begitu saja".

Untunglah, kita bisa mengambil pilihan yang bertanggung jawab, yaitu optimisme dan harapan. Kita bisa mengembangkan kebiasaan tidak menyerah. Kita bisa memprogram pikiran dan hati kita untuk maju terus menghadapi keraguan, rasa sakit, dan rasa takut. Dalam proses itu kita sering bisa menaklukkan kekuatan yang tampaknya tidak bisa dikalahkan--tulisan disini penuh dengan contoh orang-orang yang melakukan hal itu. Sesungguhnya, pesan utama yang harus kita katakan "Terus bertahan di sana, dan kita akan berjumpa di puncak kesuksesan!"

KEGIGIHAN MENGUBAH AIR PANAS MUTU RENDAH MENJADI UAP SUKSES.


Baca selengkapnya.....

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP