Showing posts with label Free. Show all posts
Showing posts with label Free. Show all posts

Penerbitan Laporan Berkala: Free Inspiration Bisnis Rumahtangga

Friday, September 18, 2009



APA YANG ANDA LAKUKAN
Terbitkan satu atau beberapa laporang berkala, secara tetap atau tidak tetap, untuk melayani kalangan tertentu.Kelompok ini dapat meliputi berbagai bidang dari semut sampai ilmu hewan, dan setiap orang di antara kelompok. Jadi, penulis telah menerbitkan laporang berkala selama lebih 25 tahun. Selama kurun waktu ini laporan berkala bulanan ini telah menghasilkan jutaan.

Hal ini merupakan laporan berkala khusus, dan sudah merupakan tradisi bahwa hampir semua laporan berkala menyajikan bidang-bidang khusus. Misalnya, hanya satu laporan berkala yang memenangkan hadiah tahunan dari seluruh yang terbaik. Pokok bahasannya? Kapal dan kapal rusak! Inilah contoh ideal dari suatu bidang khusus.

Contoh lain yang termasuk baik adalah E. Jane Mall, penulis How to Become Wealthy Publishing a Newsletter. Dia berhasil menerbitkan laporan berkala tentang sekretaris gereja! Maka jika Anda mempunyai perhatian khusus atau dapat menemukan seseorang yang membutuhkan laporan berkala, terjunlah ke usaha ini sekarang!

BAGAIMANA MENDAPATKAN PELANGGAN
Laporan berkala terutama dipromosikan melalui pengiriman langsung. Sementara ada beberapa laporan berkala yang dipromosikan melalui iklan baris, seperti Vacation Hideaways. Sebagian laporang berkala dipromosikan melalui pos. Untuk melakukan ini, Anda dapat menyewa daftar alamat khusus, memakai daftar alamat yang Anda miliki untuk bisnis lain, atau gunakan daftar peserta seminar. Kirimkan iklan prospek berlangganan laporan berkala Anda.

MODAL YANG DIBUTUHKAN
Membutuhkan $750 untuk memulai laporan berkala karena Anda harus menyiapkan terbitan pertama dan menawarkan melalui pos ke langganan. Tetapi saat uang muka mulai bergulir, Anda dapat menggunaknnya untuk membiayai penerbitan dan pengiriman yang akan datang. Sehingga usaha ini dapat membiayai diri sendiri.

Semua ini dapat dikerjakan dari satu ruang kecil, atau dari ruang besar. Sehingga tidak ada ongkos tambahan dalam usaha ini bila menjalankannya dari rumah.

POTENSI PENDAPATAN
Berpenghasilan sebesar $25.000-$300.000 setahun per laporan berkala dengan hanya sejumlah iklan. Sambil mendirikan sebuah laporan berkala Anda dapat memikirkan memulai usaha lain.

Apabila hal ini terlaksana, pendapatan Anda akan meningkat karena hanya membutuhkan sedikit biaya ekstra untuk mendirikan laporan berkala kedua, ketiga dan keempat.

WAKTU PENDAPATAN PERTAMA
Mendapatkan uang dalam waktu dua minggu setelah Anda mulai mengirimkan permohonan langganan. Sebagian uang ini dapat digunakan untuk melakukan pengiriman lebih banyak. Bahkan Anda dapat menunda terbitan pertama sampai mendapat langganan cukup banyak, biasanya 100, agar usaha berhasil.

SARANA YANG DIBUTUHKAN
Meja, telepon, mesin ketik, personal computer (dapat dibeli bila cash flow Anda kuat).

Baca selengkapnya.....

Free Inspiration Article Dr. Alice Blair: Ketangguhan

Thursday, September 17, 2009



Ingin mengurangi kenakalan? Kalau begitu, ajarkan kepada mereka cara membaca.

Dr. Alice Blair, kepala Distrik 13 Chicago, menunjukkan bahwa sembilan puluh persen dari anak laki-laki remaja yang nakal membaca di bawah tingkat kelas tiga sekolah dasar. Dia berkeyakinan bahwa kenakalan remaja adalah teriakan untuk mendapat harga diri. Murid yang tidak bisa membaca punya kesulitan mempercayai diri sendiri.

Pada tahun 1971, Dr. Blair mengambil alih sebagai Kepala Sekolah Dasar George Maniere di Chicago, sekolah tempat anak-anak usia menjelang remaja berjudi di lorong-lorong, minum anggur di kamar kecil, dan melemparkan kursi menembus jendela kaca. Pada waktu dia mengambil alih sekolah hanya tiga orang murid dari daftar delapan ratus orang yang mampu membaca pada tingkat yang sesuai dengan kelasnya. Setelah tiga tahun bersama Dr. Blair, lima puluh persen dari siswa Maniere mampu membaca pada tingkat yang sesuai dengan kelasnya atau lebih tinggi.

Falsafahnya dinyatakan dengan tanda pada meja tulisnya: "Kalau Tuhan mengijinkan sikap serba memperbolehkan, Dia pasti memberi kita Sepuluh Saran." Dr. Blair adalah perpaduan antara seorang mandor dan seorang ibu yang penuh pengertian. Anak-anak yang tangguh menghormatinya dan anak-anak kecil menyukai pelukannya yang hangat. Cara pendekatan ini membuahkan hasil.

Apakah Anda cukup mencintai untuk melakukan yang terbaik bagi mereka yang Anda sayangi? Kalau Anda selalu memeluk tanpa mengkompromikan benar dan salah, maka mereka yang Anda cintai akan menghormati Anda dan secara pribadi mendapat keuntungan.

SIKAP SERBA MEMPERBOLEHKAN HANYALAH MENGABAIKAN TUGAS.

Baca selengkapnya.....

Penghargaan



Anggota Kongres Tennessee Ed Jones menceritakan tentang wanita dari kota yang tidak menghargai waktu yang dia lewatkan untuk komite pertanian. "Peduli apa kita dengan pertanian?" wanita ini meradang. "Kita mendapat bahan makanan kita dari toko swalayan!"

Komentar seperti itu tidak akan masuk akal bagi orang yang mengatakannya kalau dia tidak begitu dipengaruhi oleh keresahannya sendiri. Tetapi sekali lagi, kita semua melihat masalah kita sebagai hal yang lebih penting daripada masalah orang lain.

Kita tergantung pada orang lain. Pikirkanlah telur yang Anda nikmati untuk sarapan. Sebuah toko menjualnya, sebuah truk mengantarkannya, seorang petani mengepaknya, dan seekor ayam mengeluarkannya. Sepanjang prosesnya banyak banyak orang yang terlibat. Gandum yang diberikan kepada ayam sebagai makanannya ditanam oleh petani lain yang membeli alat-alat pertanian dari pabrik yang mempekerjakan berpuluh-puluh karyawan. Truk yang mengantarkan telur diberi bahan bakar bensin yang diolah dan dikirimkan oleh pekerja lainnya lagi. Pekerjaan melacak pohon ketergantungan ini bisa tidak ada habis-habisnya, tetapi saya pikir Anda sudah mendapatkan gagasannya.

Kita berutang budi kepada banyak orang. Orangtua kita, guru kita, kawan-kawan kita, teman hidup kita--dan daftar ini masih bisa diteruskan. Tidak ada seorang pun dari kita yang hidup sendirian dan terpisah. Sementara keajaiban zaman kita berlipat ganda, pengaruh setiap orang meluas, tetapi demikian pula ketergantungannya. Pikirkan saja bahan makanan Anda.

PENGHARGAAN TERHADAP APA YANG KITA MILIKI PALING TIDAK MERUPAKAN SEPARUH CARA HIDUP YANG SESUNGGUHNYA.

Baca selengkapnya.....

Dong Guo dan Serigala: Cerita Inspirasi Negeri China




Dong Guo sedang melakukan perjalanan menuju negeri Zhong Shan untk mengurus sesuatu. Ia berjalan kaki sementara di punggung keledainya ada beberapa buku dan barang-barang bawaan lainnya. Berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya Dong Guo sadar ia sudah salah jalan dan tersesat.

Sementara ia bingung arah yang seharusnya ditempuh, seekor serigala mendatanginya. Serigala itu berseru, "Tolong selamatkan aku, tolong salamatkan aku!"

Dong Guo balik bertanya, "Ada masalah apa denganmu, apa yang membuat kamu minta tolong kepada saya?"

Serigala itu menjawab, "Ada sekumpulan pemburu sedang mengejarku. Mereka bisa melukai dan membunuhku. Aku pernah mendengar bahwa Anda adalah orang yang sangat baik. Karena itu, aku mohon, tolong selamatkan aku. Aku pasti membalas budi baikmu!"

Setelah berpikir sejenak Dong Guo bertanya lagi, "Bagaimana saya bisa percaya bahwa kamu akan membalas budi, lagi pula jika para poemburu itu tahu saya menyembunyikan kamu, jangan-jangan saya pun akan celaka! Namun, saya selalu ingin berbuat baik. Sekarang saya akan menolongmu, hal yang lain itu urusan nanti."

Dengan segera Dong Guo mengeluarkan buku-buku dan barang bawaannya dan menyuruh serigala itu masuk dalam kantong barang tersebut untuk diletakkan di punggung keledai. Namun, sudah beberapa kali dicoba, serigala itu tidak juga bisa masuk dalam kantong itu. Semakin tidak bisa masuk, semakin membuat serigala itu khawatir dan takut. Lalu dengan hikmat terakhir Dong Guo menekuk ke empat kkaki serigala itu dan akhirnya bisa masuk juga.

Baru saja kantong itu diletakkan di atas punggung keledai, para pemburu datang dan bertanya kepadanya, "Apakah Tuan melihat seekor serigala lewat?"

Dong Guo menjawab, "Saya sedang salah jalan dan tersesat. Sekarang saya sedang bingung harus jalan ke arah mana. Karena itu, saya tidak terlalu memperhatikan apakah ada serigala lewat atau tidak."

Para pemburu itu pun percaya dan segera berlalu dari hadapannya.

Melihat para pemburu sudah berlalu dan merasa situasi sudah aman, Dong Guo melepaskan serigala itu. Begitu keluar serigala itu pun berkata, "Sungguh aku berterimakasih kepadamu karena telah menyelamatkan nyawaku. Namun, jika Tuan ingin menolong seharusnya menolong sampai tuntas!"

Dong Guo bingung mendengar ucapan itu. Ia bertanya, "Apa maksudmu menolong sampai tuntas?"

Serigala pun menjelaskan, "Aku sekarang sudah sangat lapar. Beri aku makanan atau biarkan aku memakanmu, karena dengan demikian Tuan sudah menolong saya sampai tuntas!"

Dong Guo terkejut dan mulai takut mendengar ucapan serigala itu. Sambil menjauh ia berkata, "Kok, bisa begitu? Di kolong langit ini tidak ada yang seperti kamu. Saya sudah menyelamatkanmu dari kematian tapi sekarang kamu mau makan saya? Jika kamu tetap mau makan saya, coba pergi dan cari tiga makhluk tua dan bertanya kepada mereka. Jika mereka setuju bahwa kamu boleh memakan saya, segera makanlah saya."

Serigala itu pun menyanggupi syarat yang diajukan Dong Guo. Ia membawa Dong Guo pergi ke satu pohon besar dan bertemu dengan tikus. Serigala itu menceritakan kepada tikus bahwa dia sudah ditolong oleh Dong Guo dan sekarang, karena lapar, ingin memakan Dong Guo.

Tikus itu menjawab, "Aku sudah dua puluh tahun membantu Tuanku untuk mengambil buah-buahan. Sekarang ketika aku sudah tua seperti ini, dia malah menjualku. Hidup memang begitu, sering kali kita harus menjumpai ketidakadilan. Karena itu aku setuju kalau serigala ingin memakan Tuan!"

Lalu mereka pun meneruskan perjalanan dan bertemu seekor sapi. Kejadian yang sebenarnya pun diceritakan kepada sapi. Setelah mendengarkan dengan seksama, sapi itu memberikan pendapatnya, "Seumur hidup susuku diperas oleh tuanku, sekarang ketika aku sudah tua dan tidak bisa memproduksi susu segar lagi, mereka merencanakan untuk menyembelih dan memakan dagingku. Karena itu, aku setuju bila serigala memakan tubuh Tuan!"

Sementara meneruskan perjalanan, Dong Guo semakin ketakutan dan juga mulai menerima kenyataan bahwa serigala yang ditolongnya malah mau memakan dirinya. Akhirnya mereka bertemu seorang yang tua. Orang itu mendengarkan dengan seksama semua cerita Dong Guo dan serigala.

Setelah menimbang-nimbang orang tua itu sambil mengernyitkan dahi bertanya, "Saya tidak habis pikir bagaimana mungkin serigala bisa masuk ke kantong sekecil ini? Jika saya dengan mata kepala sendiri bisa menyaksikan serigala ini masuk ke dalam kantong dan Tuan bisa mengangkat dia ke atas punggung keledai, maka saya setuju tubuh Tuan dimakan olehnya."

Mendengar itu, serigala merasa di atas angin karena sebentar lagi bisa memakan tubuh Dong Guo. Serigala itu berkata dalam hati, tadi aku bisa masuk sekarang juga pasti bisa!

"Ayo Tuan Dong Guo, silakan buka kantong Anda dan biarkanlah Pak Tua ini menyaksikan bahwa saya bisa masuk ke dalam kantong itu dan Tuan bisa angkat ke atas punggung keledai!" kata serigala bersemangat.

Dong Guo melipat keempat kaki serigala lalu memasukkan ke dalam kantongnya, setelah itu ia mengikatnya. Ketika hendak mengangkatnya ke atas punggung keledai, Pak Tua itu berkata, "Biar saya yang melakukannya!" Lalu Pak Tua itu dengan segera mengeluarkan tongkat kayunya dan memukulkannya berkali-kali ke kantong tersebut. Serigala itu meraung-raung dengan kerasa, namun suara raungan itu makin lama makin pelan sampai tak terdengar lagi. Serigala itu pun mati, dan Dong Guo bisa melanjutkan hidupnya.

Baca selengkapnya.....

Pelajaran Tentang Memetik Buah

Wednesday, September 16, 2009




Bisnis menanam kebun buah tidak dimulai dengan mengadakan sebuah konfrensi kebun buah. Sekali lagi, tidak perlu. Itu dimulai dengan memperoleh benih dan memberi setiap benih itu kondisi yang baik agar dapat menyusun potensinya dan tumbuh menjadi pohon yang tumbuh penuh. Ketika seseorang telah melakukan hal ini, dengan benih yang tak terhitung, baru kemudian seseorang dapat berharap memperoleh kebun buah yang baik.

Dalam konteks demikian, seluruh bangsa sama halnya seperti sebuah kebun buah. Bangunlah diri Anda maka Anda membangun bangsa itu! Jika potensi yang terpendam dibangun, mendapat pendidikan, pengetahuan dan lingkungan yang baik dalam tingkat individu atau sangat dini dalam seluruh proses, seperti sebuah pohon muda, ia harus ditanam yang dipersiapkan dengan baik dan diberi pupuk yang sesuai jenis dan takarannya, air, sinar matahari dan lain sebagainya. Jika orang ditunjukkan dengan baik ketika mereka masih muda oleh orang yang penuh kasih sayang dengan sikap yang baik, niscaya mereka akan membangun kesadaran yang sehat tentang komitmen mereka terhadap masyarakat sebagaimana seharusnya. Itu artinya mereka akan menjadi bagian seluruh bangsa.

Jika orang yang masih muda diarahkan menjadi manusia sejati, mereka harus mempunyai perasaaan yang terlatih untuk mencapai tujuan-tujuan positif. Mereka harus senantiasa menjaga perjuangan yang damai dan baik. Sehingga mereka akan menjadi orang yang hanya akan membuat keselarasan dan menghindari pertentangan, orang yang hanya menyelesaikan dan bukan membuat masalah bagi teman mereka.

Walaupun kita harus menerima kenyataan bahwa ini adalah dunia kompetisi, tak ada yang akan menghalangi kita dari usaha kerja bekerja sama dan mendorong kerjasama dengan orang lain. Jika kita bahu membahu dengan teman kita dalam menghadapi permusuhan yang menyakitkan, tak ada halangan yang tak dapat kita atasi, tak ada resiko yang tak dapat kita hadapi. Tetapi jika kita tidak melihat bahwa gagasan-gagasan tersebut dikampanyekan dan diterima di antara masyarakat dalam waktu tertentu, kita tidak dapat berharap untuk mendengar orang yang mau bekerja sama. Tak perduli betapa bagusnya benih pohon buah di kebun kita, jika tak dirawat terus-menerus dengan baik, pohon itu tidak akan berbunga dan berbuah.

Baca selengkapnya.....

Menanam Pohon Bangsa




Mantan Presiden Amerika, John F. Kennedy, merujuk pada Lyautey, suatu kali dia mengingatkan, "Aku pernah meminta tukang kebunku menanam sebuah pohon. Tukan kebun menjelaskan bahwa pohon itu lambat tumbuh dan tidak akan matang sampai seratus tahun." Aku lalu menjawab, "Oleh karena itu tidak ada waktu untuk dibuang, tanam nanti sore............".

Pertumbuhan dan perkembangan sebuah negara bagaikan sebuah hubungan yang panjang, dan pasti ada pengorbanan yang luar biasa pada tingkat individu dan nasional sebelum akhirnya menjadi berbunga dan mendapat posisi terhormat dan mulia dalam hubungan pergaulan dunia. Tetapi bagi kita yang tak kuasa menunggu kematangan kebijakan nasional dalam seratus tahun, jawabannya hanyalah: "Oleh karena itu, kita tidak dapat membuat mesti satu menit waktu. Kita harus menanam 'pohon kita menit ini juga'.

Jika untuk mengambil pohon yang besar dan tinggi harus menunggu seratus tahun, siapa pun yang ingin mempunyai pohon tersebut tak punya pilihan selain menanamnya pada waktu itu. Jika untuk memiliki pohon itu, orang hanya berhamburan turun ke jalan-jalan dan mengacungkan kampanye atas nama pohon, atau berkumpul di beberapa tempat terbuka, atau berjalan lewat jalan-jalan sambil meneriakkan slogan tentang itu, mereka tidak akan memiliki satu pohon pun, apalagi sebuah kebun buah sendiri.

Demikian pula, Anda tidak bisa memiliki sebuah rumah dengan pidato yang indah tentang kebutuhan akan rumah. Akan sangat bodoh melakukan hal tersebut. Begitu juga sebuah negara tidak dapat memperkokoh dirinya sendiri dengan kerja hanya dalam bidang politik. Dalam dunia puisi yang ajaib, revolusi dapat diperoleh sebagai hasil sebuah permainan kata-kata. Seorang pemimpin rakyat dapat membuat pidato yang membangkitkan dan menarik kumpulan orang yang banyak. Tetapi hasil nyata hanya bisa di capai dengan perencanaan yang panjang, berkelanjutan dan usaha yang penuh dedikasi.

Perlu dikatakan, bahwa dua kebaikan besar yang tak bisa dihindari dalam perjuangan adalah sabar dan teguh. Ya, dan bahwa cita-cita/keinginan tidak akan terwujud cuma dengan kata-kata, melainkan usaha keras dengan perbuatan nyata.

Baca selengkapnya.....

Bahaya Pengangguran




Kalifah kedua Umar Ibn Khattab seringkali menunjukkan rasa kecewanya kepada orang yang dia sukai. Yaitu, usai beliau lebih jauh mengenal orang yang disukainya, dan beliau mengetahui bahwa mereka menganggur. "Tahu dia tidak bekerja, maka dia telah menunjukkan kepadaku, bahwa dia tidak berharga. Dia telah merendahkan dirinya sendiri di mataku," katanya.

Dari arah manapun Anda melihat pengangguran, tidak ada kata yang tepat untuk mengatakan kenyataan itu kecuali sebagai kejahatan besar, yang menyebabkan seseorang menyia-nyiakan bakat terbaiknya dan membiarkan seseorang tidak mampu menghadapi kehidupan. Seorang pelajar yang sangat malas belajar tidak akan pernah dapat berharap untuk memperoleh pengetahuan atau kemampuannya terasah dengan baik, dan kegagalan dalam ujian akan membiarkannya tanpa 'ijazah' yang merupakan 'mantra pembuka' untuk pekerjaan yang layak.

Tanpa latar belakang pekerjaan yang baik, seseorang akan menemukan dirinya berada dalam kekosongan, berjalan kesana kemari tanpa arah. Bahkan orang yang telah membekali dirinya dengan berbagai kualitas, tidak bisa segera mendapat kehormatan. Ketika masa studi telah berakhir, bekerja keras secara konsisten adalah hal yang sangat penting. Banyak memang yang membuat alasan bahwa dia sedang menunggu pekerjaan yang tepat sesuai tingkat pendidikan dan profesinya. Tetapi, orang tidak bisa menunggu selamanya karena hanya membuang waktu saja.

Kadang tanpa sadar orang jatuh ke jalan pengangguran karena tidak ada tekanan ekonomi dalam kehidupannya. Mereka yang mendapat warisan, mempunyai harta atau modal yang memberinya keuntungan adalah orang yang mudah untuk menjadi pengangguran. Tetapi hal ini tidak ada artinya bagi seorang manusia. Siapa yang membiarkan racun pengangguran merangkak pada sistem (kehidupan) nya bisa sama baiknya dengan mati saja.

Seseorang harus memilih suatu pekerjaan tetap yang memberinya pemasukan yang layak dan menjaga kesehatan mentalnya, sehingga dia tidak menjadi beban orang lain, baik dalam keuangan dan perasaan. Atau jika secara keuangan seseorang telah mandiri, dia sebaiknya mengarahkan perhatiannya kepada hal yang lebih tinggi, meraih penghargaan, melayani yang patut dan menjaga dirinya selalu berguna sepanjang hari. Seseorang yang tidak punya komitmen, hanya hidup dipinggir keberadaan, sesungguhnya dia berada di luar kenyataan dan akan segera tergelincir ke dalam suatu keburukan. Tidak ada keunggulan nyata yang bisa ditemukan di antara rentang kekosongan.

Orangtua bilang, "Setan menemukan pekerjaan pada tangan-tangan yang menganggur." Camkan!

Baca selengkapnya.....

Pemuda

Tuesday, September 15, 2009




Apakah ini kedengaran seperti pernyataan yang tidak asing lagi: "Anak-anak tidak lagi mematuhi orangtuanya dan mereka melahap makanannya!" Kedengarannya serius, bukan? Ada orang-orang pada zaman sekarang yang punya pandangan sangat negatif terhadap para pemuda kita. Tetapi sebelum kita meneruskan lebih lanjut baiklah akan saya katakan bahwa pernyataan itu ditulis lebih dari empat ratus tahun yang lalu di suatu tempat di Lembah Sungai Nil.

Sejak awal, selalu ada orang yang berpikir bahwa generasinya paling buruk atau paling jahat sepanjang masa. Dan ada orang pada zaman sekarang yang berkeyakinan bahwa sebagai bangsa kita tidak punya masa depan. Saya mengakui bahwa ada suatu masa di tahun enam puluhan dan awal tahun tujuh puluhan ketika saya menderita sedikit kasus "pembusukan pemikiran". Saya mulai bertanya-tanya dalam hati apakah kita tidak kehilangan pegangan dan sedang terus merosot ke bawah.

Untunglah, bandul sekarang sedang membuat ayunan kembali ke cara pendekatan terhadap kehidupan yang lebih waras dan lebih kokoh. Setelah orangtua mulai mengajarkan rasa hormat dan disiplin, dengan banyak cinta yang dimasukkan ke dalamnya, para pemuda kita akan benar-benar dipersiapkan untuk karir yang produktif. Saya yakin para pemuda zaman sekarang pintar dan cerdas serta layak mendapatkan keuntungan diberi pelajaran disiplin dan tanggung jawab. Itulah satu-satunya cara mereka bisa tumbuh dan siap menerima kendali bisnis dan pemerintahan sehingga mereka bisa meninggalkan masa depan yang cemerlang untuk generasi yang menyusul.

PEMUDA BANGSA ADALAH PENANGGUNG JAWAB GENERASI MENDATANG. (BENJAMIN DISRAELI)


Baca selengkapnya.....

Kebaikan Hati Dr. Phillipe Pinel




Kebaikan hati dan belas kasihan menyelamatkan jiwa Dr. Pinel. Begini ceritanya.

Kejadiannya pada abad kedelapan belas di Paris. Seorang pria bernama Chevigne sedang menuju penjara, walaupun dia tidak melakukan kejahatan. Hanya beberapa minggu sebelumnya, pikirannya mengalami kerusakan; sekarang dia diejek oleh orang banyak yang menyaksikan perjalannnya yang menyedihkan. Kereta penjara melewati jendela apartemen tempat seorang dokter bernama Phillipe Pinel melihatnya. Dr. Pinel sangat kasihan melihat keputusasaan di mata Chevigne.

Bertahun-tahun kemudian, Pinel menerima rasa terimakasih yang tidak pernah padam dari para penderita sakit jiwa setelah dia menjadi pelopor dalam perawatan yang manusiawi bagi mereka yang menderita penyakit tersebut. Akhirnya, dia pergi ke rumah sakit ke tempat Chevigne dibawa. Ketika Dr.Pinel menemukan Chevigne dalam kurungan bawah tanah, dia memerintahkan agar orang itu dibebaskan.

Selama bertahun-tahun protes dari kalangan medis timbul terhadap cara perawatan baru Dr. Pinel. Pada suatu kesempatan Dr. Pinel benar-benar diserbu orang banyak. Dari tengah orang banyak keluar seorang laki-laki yang membawa Pinel ke tempat yang aman. Dokter yang merasa berterima kasih menyatakan, "Saya berhutang nyawa kepada Anda." Laki-laki itu tertawa sambil menjawab. "Dua tahun yang lalu saya dirantai dalam kurungan bawah tanah. Anda membebaskan saya. Nama saya Chevigne." Itu seperti roti yang dilemparkan ke air bukan, bukan?

Kalau Anda melakukan sesuatu bagi seseorang yang tidak seketika bisa membalas budi, itu benar-benar perbuatan kasih sayang. Kalau Anda mau melakukan apa yang Anda ketahui benar, dalam sikap penuh kasih sayang, hal-hal yang baik akan terjadi terhadap Anda!

KEBAIKAN HATI BERISI PERBUATAN MENCINTAI ORANG LAIN MELEBIHI APA YANG LAYAK DI TERIMANYA.

Baca selengkapnya.....

Disiplin Anak




Oranguta yang tidak mendisiplinkan anaknya mungkin berbuat begitu karena citra diri yang buruk. Dalam keluarga, citra diri buruk kerap kali dimanifestasikan dengan keengganan untuk mendisiplinkan anak. Orangtua menyembunyikan hal ini di balik topeng serba memperbolehkan. "Saya sangat mencintainya sehingga saya tidak bisa mencegahnya memiliki apa pun."

Sesungguhnya, oranguta sering merasa takut menyebabkan anak menarik diri atau menahan cintanya. Kebenaran yang patut disayangkan adalah bahwa hal ini sering menyebabkan orangtua kehilangan pengendalian dan bahkan kehilangan rasa hormat dan cinta. Anak kehilangan kepercayaan kepada orangtua dan rasa aman yang menyertai kesadaran tentang siapa yang memimpin. Segera citra diri anak juga rusak, dengan akibat yang luas.

Ini langkah pertama dalam kehilangan rasa hormat kepada wewenang yang akhirnya menyebabkan pemberontakan terhadap wewenang. Yang merupakan tragedi adalah bahwa banyak masalah bisa dihindari kalau orangtua dan guru tahu bagaimana cara mengenali tanda-tanda citra diri buruk. Tindakan anak jelas sekali mengatakan "perhatikan saya," "cintailah saya", "saya ingin kau memperdulikan apa yang saya lakukan!".

Para orangtua dan guru, kalau Anda mendisiplinkan anak itu, Anda mengatakan kepada si anak bahwa Anda sangat memperhatikan apa yang dia lakukan sehingga Anda memberlakukan pengaruh untuk mengarahkan apa yang dilakukannya.

ORANGTUA YANG MENYAYANGI ANAKNYA MELAKUKAN APA YANG PERLU DILAKUKAN, BUKAN APA YANG DIINGINKAN ANAK UNTUK DILAKUKAN.


Baca selengkapnya.....

Free Muhamad Iqbal Inspiration Poetry: Fase Pendidikan Pribadi

Monday, September 14, 2009




1. KETAATAN

Bijak dan kerja keras adalah sifat unta
Sabar dan tegar itu jalan hidup unta
Langkah lembut menapak di padang pasir
Dialah kapal bagi para pengarung samudera pasir
Semak belukar mengenal jejak langkahnya
Dialah makhluk yang jarang makan, tidurnya sedikit
Dan biasanya bekerja keras
Dibawanya beban di punggung
Berlari dan berlari hingga sampai ke tujuan
Langkahnya selalu gembira ria
Unta hewan yang sabar, lebih sabar dari si penunggangnya
Engkau juga kawan, jangan kau tolak tugas kewajiban
Agar dapat kau hidup di sisi Tuhan
Hai, orang ceroboh, taat dan patuhlah
Kemerdekaan adalah hasil dari paksaan
Karena ketaatan membuat orang rendah menjadi terhormat
Oleh karena keras kepala apinya jadi abu lagi
Siapa yang hendak menguasai matahari dan bintang
Jadikan dia tawanan hukum
Angin terpesona oleh wangi bunga
Wewangian sempurna di antara muskus
Bintang melesat ke tujuannya
Dengan kepala tertunduk kepada hukum
Rumput tumbuh karena taat pada hukum tetumbuhan
Jika tak dipedulikan hukum itu, maka rumput pun mati terinjak
Selalu terbakar adalah hukum bunga tulip
Dan darah semburat dari batangnya
Karena hukum kesatuan setitik air jadi laut
Dan segenggam pasir menjelma gurun sahara
Karena hukum segalanya jadi kuat
Tapi mengapa kau abaikan kekuatan itu?
Wahai kau yang lepas dari hukuman Islam
Hias kakimu dengan langkah agama

2.PENGUASAAN DIRI

Ruhmu semata membutuhkan dirimu sendiri bagai unta
Sebab unta yakin pada dirinya sendiri, mengatur dirinya
Dan kuat kehendaknya
Jadilah jantan, pegang talinya dalam tanganmu
Agar kau jadi mutiara meskipun kau tempayan
Bagi dia yang tak sanggup mengatur dirinya sendiri
Maka dia hanya jadi budak orang lain
Jika mereka bentuk dirimu dari lempung
Maka cinta dan ketakutan campur aduk dalam kejadianmu
Engkau akan jadi takut kepada dunia ini
Takut pada masa depan
Takut pada mati
Takut dan nestapa terhadap derita di bumi dan langit;
Cinta harta dan kekuasaan, cinta tanah air
Cinta pada diri serta sanak keluarga
Itulah campuran sempurna lempung dan air
Tapi bagi dia yang berlumur dosa matinya celaka
Peganglah selalu kalimat "Tiada Tuhan Selain Allah"
Maka akan kau pecah setiap lembah ketakutan
Pada sesiapa tuhan bagai jiwa bagi raganya
Kepalanya tak tunduk pada segala kesombongan
Tak ada takut dan cemas dalam dadanya
Hatinya tak pernah gentar selain kepada Allah semata
Siapa saja yang bersemayam dalam iman muslim
Bebas dari ikatan istri dan anak
Tiada yang lebih ditakjubkannya selain Allah
Dan Ibrahim pun melekatkan belati ke leher Ismail putranya
Sendiri, tapi dia bagai prajurit di medan laga
Di matanya kehidupan ini lebih murah dari sehelai baju
Iman adalah kepahnya, sembahyang itu mutiaranya
Hati muslim menganggap setiap shalat adalah umroh
Di tangan muslim shalat seumpama pisau tajam
Untuk membunuh dosa, kebekuan hati serta segala noda
Sedang puasa untuk menyerang lapar dan dahaga
Dan menghancurkan benteng nafsu angkara
Pergi haji memberi cahaya bagi pikiran beriman
Diajarkan kita meninggalkan rumah
Melupakan sebentar tanah air sendiri
Itulah namanya amal kebaktian
Di mana semua bangsa bersatu padu
Diikat lembar kitab agama
Zakat mengajar yang kaya jadi dermawan
Melunaskan rasa kebersamaan
Dikuatkannya hati pada laku kebajikan
Dilipatgandakan kekayaan
Mengurangi sikap cinta harta benda
Semua ini adalah jalan memperkuat dirimu
Kau jadi kokoh
Andai Islammu kuat
Capailah sifat qawi-Nya
Agar dapat kau tunggang unta jisinmu sendiri!

3.PERWAKILAN PRIBADI

Jika engkau dapat kuasai untamu, niscaya dunia kau kuasai
Dikepalamu akan berkilau singgasana Sulaiman
Dirimu akan jadi cemerlang dunia, selama dunia ini masih berkembang
Alangkah nikmatnya jadi kalifah Ilahi di bumi ini
Segala unsur tunduk tekun padamu!
Niyabat-i-Ilahi adalah bagai jiwa alam semesta
Ujudnya jadi bayangan Nama Yang Terluhur
Diketahuinya segala rahasia hingga yang sekecil-kecilnya
Dikerjakannya perintah Tuhannya
Jika didirikannya kemah di alam luas ini
Maka di gulungnya permadani zaman yang lama
Kecakapannya penuh sinar kehidupan
Dan ingin mewujudkan dirinya
Dia akan menciptakan dunia lain yang baru
Dunia-dunia kecil dengan kelengkapannya di atas bumi ini
Bermekaran bagai mawar dari benih khayalnya
Dijadikannya setiap alam yang kasar berubah kemurnian
Dipindahkannya patung-patung dari rumah suci
Sentuhannya menggetarkan dawai kalbu jadi musik merdu
Bangun dan tidurnya demi Allah semata
Diajarkannya kepada yang dewasa lagu muda belia
Dan ditaburkannya cahaya bahagia
Kepada umat manusia
Serta digemakannya amanat gembira dan peringatan
Dia datang seperti seorang prajurit
Seperti seorang jenderal ataupun pangeran gagah perkasa
Dialah sebab terakhir dari Allah
Yang mengajarkannya tiap nama benda
Dialah tabir rahasia dari Maha Besar Tuhan
Musa yang diperkukuh dengan tongkatnya
Ilmunya berpasangan dengan kodrat manusia unggul
Langkahnya gagah perkasa mengeringkan Laut Merah
Dipimpinnya Bani Israil dari Mesir kuno
"Bangkitlah!" pekiknya
Lalu mereka yang mati rohani bangkit bagai pohon tusam
Kepribadiannya jadi pembebasan dunia
Karena sifat luhurnya dunia pun terhindar dari bencana
Bayangannya jadi payung dari terik matahari
Ujudnya yang padu memberi nilai bagi segala yang ada
Jejak langkahnya jadi pandangan yang luas
Betapa Musa terpesona oleh gunung Sinainya
Diberinya tafsir baru bagi kehidupan tentang mimpi itu
Ujudnya terpendam seperti musik yang tak terdengar
Dari dawai kecapi hidup ini adalah rahasia kehidupan
Alam bekerja keras dalam darah generasi
Yang menciptakan kepatuhan indah pribadinya
Apabila setumpuk abu kita mencapai puncak kejayaan
Maka Sang Unggul akan menjelma dari abu itu!
Baringlah kau di atas debu kekinian
Nyala api yang menerangi masa depan
Putik kita akan menumbuhkan tamansari bunga mawar
Mata terang berkilau oleh fajar esok
Datang engkau, wahai penunggang kuda takdir!
Datang kau, wajah cahaya dalam gelap gulita perubahan!
Terangi kegembiraan penciptaan
Menyalalah dalam kegelapan mata kami!
Redam hiruk pikuk bangsa-bangsa
Penuhi telinga kami dengan nyanyianmu
Bangkitlah dan kumandangkan kecapi persaudaraan dunia
Serahkan kembali piala anggur cinta
Gambar lagi zaman perdamaian bagi mereka yang gemar berjuang
Umat manusia adalah ladang dan kaulah pemanennya
Kaulah arah tuju kafilah kehidupan

Daun-daunnya berterbangan diamuk musim gugur
Ah, lintasi taman kami bagai musim semi
Terimalah alis mata kami yang menunduk ini
Jika engkau hadir kami kembali mengangkat kepala
Suka citalah menggeluti nyala yang membakar dunia ini.

Baca selengkapnya.....

Hukum Alam Harry Emerson Fosdick




Harry Emerson Fosdick, telah menjelaskan sebuah kenyataan penting sebagai berikut:
"Tak ada uap atau gas yang bisa menggerakkan sesuatu, sampai dia diarahakan. Tidak ada minyak yang menghidupkan cahaya dan kekuatan, sampai ia diarahkan. Tak ada hidup berkembang sampai ia difokuskan, didermakan dan diatur." (Living Under Tension,oleh Harry Emerson Fosdick).

Ini hanyalah satu hukum alam yang berlaku poada benda hidup dan benda mati. Ada harga yang harus dibayar untuk setiap tujuan hidup, tanpa membayarnya tak ada yang dapat di raih.

Di dunia ini, orang harus merangkak sebelum bisa bangkit. Orang harus menerima kekalahan sebelum mampu memenangkan. Orang harus mundur sebelum bisa maju. Orang harus menerima kekalahan sebelum bisa memperoleh kemenangan.

Dunia tempat hidup manusia, diciptakan oleh Allah, bukan oleh manusia sendiri. Ini memang tampak sederhana, tapi inilah yang sering dilupakan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-haru. Karena kita hidup di dunia Allah, kita tak punya pilihan, selain memahami dan mengikuti hukum-hukum-Nya. Tak ada jalan bagi kita untuk diri kita sendiri di dunia.

Mereka yang ingin maju dan berhasil dalam hidup, tanpa melalui tahapan-tahapan yang perlu, harus membangun dunia lain untuk mereka sendiri, dunia yang sesuai dengan kemauan mereka sendiri. Sebab, di dunia ciptaan Allah SWT. mimpi-mimpi mereka tak akan pernah menjadi kenyataan.




Baca selengkapnya.....

Menerima Kegagalan: Abraham Lincoln Free Inspiration



Pada tahun 1831, seorang warga Amerika masuk dalam dunia bisnis. Tahun 1832, bisnisnya gagal, sehingga dia masuk ke dunia politik. Di dunia politik, ia tak juga mendapatkan keberhasilan. Pada tahun 1834, ia kembali lagi ke dunia bisnis dan gagal lagi.

Tahun 1841, dia terkena penyakit syaraf. Begitu sembuh dia masuk lagi ke dunia politik, dengan harapan partainya akan memilihnya sebagai calon anggota kongres. Namun harapannya sirna, ketika namanya tidak muncul dalam daftar para calon. Kesempatan pertama masuk senat adalah tahun 1844, tetapi dia kalah dalam pemilihan. Tahun 1858 sekali lagi dia ikut dalampemilihan kongres, dan kali ini juga gagal.

Nama orang yang berulang-ulang gagal ini adalah Abraham Lincoln (1809-1865). Betapa bear pengabdiannya kepada negara, sehingga sekarang ia dikenal sebagai arsitek Amerika modern.

Bagaimanakah Abraham Lincoln merencanakan untuk mendapatkan reputasi besar, dalam politik Amerika dan sejarah nasional? Bagaimanakah cara dia meraih posisi tinggi itu? Menurut Dr. Norman Vincent Peale, rahasia dibalik keberhasilan Abraham Lincoln adalah "dia tahu bagaimana menerima kegagalan".

Rahasia besar kehidupan adalah realistis. Tidak ada bentuk sikap realistis yang lebih besar daripada menerima kekalahan. Yaitu mengakui kenyataan bahwa ada orang yang di depan mereka, dan ada pula yang dibelakang. Dengan lain kata, mengetahui di posisi manakah kita hidup sekarang ini. Ketika orang menerima kegagalan, dia segera berada di posisi star kehidupan yang baru. Seperti halnya suatu perjalanan, ia hanya bisa dimulai dari posisi dimana orang itu berada sekarang ini. Bukan dari titik yang belum di capai.

Baca selengkapnya.....

Alam Semesta Dan Kekuatan Pribadi: Muhammad Iqbal Free Inspiration Poetry

Sunday, September 13, 2009




Segala bentuk peristiwa adalah akibat dari sang Pribadi
Apapun yang engkau saksikan itu semata sebab rahasia Pribadi
Apabila kePribadian bangkit mengatasi kesadaran
Diwujudkannya dunia ide dan pikiran sejati
Ratusan alam melingkup dalam intisarinya
Mewujudkan dirimu melahirkan yang bukan pribadimu
Kepribadian menyemaikan bibit kehendak di atas dunia
Pertama dia anggap dirinya itu bukan dirinya
Dari dirinya dilahirkannya berjenis bentuk lain
Agar menambah warna-warni kenikmatan perjuangan
Dia lemaskan tangannya
Agar dia menyadari tenaganya
Tipu daya terhadap diri sendiri adalah saripati kehidupan
Bagaikan bunga mawar sang pribadi hidup bermandikan darahnya sendiri
Demi sekuntum mawar dimusnahkannya ratusan taman mawar
Dan dikatakannya bahwa ratusan keluh-kesah hendak mencari sebuah lagu
Untuk satu langit diciptakannya ratusan putri bulan
Dan bagi satu lafadz ratusan makna kata
Maaf bagi kelimpahan himmah dan kebengisan ini
Keduanyalah yang membentuk dan menyempurnakan keindahan rohani
Kecantikan Shirin menyatakan kegelisahan Farhad
Semerbak wangi kembang jeruk mengundang harum muskus
Nasib sang agas mencampakkan dirinya ke dalam nyala pelita
Derita sang agas dinyatakan oleh cinta
Pensil Sang Pribadi melukis ratusan kekinian
Agar menjelma ajar masa depan
Nyalanya membakar ratusan Ibrahim
Agar berkilauan lampu seorang Muhammad
Subyek,obyek, cara, sebab-musabab
Seluruhnya ada bagi tujuan amal
Sang pribadi bangkit, menyala, jatuh, cemerlang, dan bernafas
Membakar, menyinar, berjalan dan lari terpental
Meluaskan ruang waktunya
Dan keabadian semakin melunasi ujudnya
Dia tidur beralaskan tikar ilalang
Malamku lebih panas dari sebuah pagi di padang Mahsyar
Dialah awan berarak bulan April dan akulah tamannya
Pohon anggurku diselimuti hujan
Kusemaikan mataku di padang cinta
Dan aku nikmati buahnya yang dahsyat
Hingga tanah Madinah paling indah tiada duanya
Ah, berbahagialah kota yang dimukimi oleh Yang Tercinta
Tenggelam aku menakjubi gaya bahasa Maulana Jami
Sajak dan prosanya menjadi obat bagi masa mudaku
Bertebaran dari tangannya sajak cinta indah memikat
Dan dirangkainya kalung mutiara seolah memuja Mustafa
Muhammad adalah pendahulu alam semesta
Seluruh dunia berbakti kepadanya sebagai tuan mereka
Pancaran kaifayat dari anggur cinta yang sejati
Dan sifat cinta adalah patuh sepatuh-patuhnya
Seperti orang suci dari Bistam yang amat taat
Yang selalu berpuasa dari makanan lezat
Wahai sang asyik, berbaktilah engkau kepada Muhammad
Agar engkau dapat menangkap Tuhan
Bersemayamlah sekejap di Hira kalbumu
Tinggalkan dirimu dan hijrah kepada Tuhan
Setelah engkau mendapat kuasa-Nya kembalilah lagi kepada dirimu
Hancurkan kepala berhala Lat dan Uzza
Himpunlah bala serdadu dengan kekuatan Cinta
Ujudkan pribadimu di Bukit Faran Cinta
Agar Tuhan dari Ka'bah melimpahkan anugerah-Nya bagimu
Dan terbukalah makna ayat: Inni ja'ilun--
Sesungguhnya akan kuciptakan kalifah-Ku di muka bumi.

Baca selengkapnya.....

Setiap Masalah Ada Jalan Keluar




Pada Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China, akan terdengar ucapan Selamat Tahun Baru di mana-mana. Selamat Tahun Baru dalam bahasa Mandarin diucapkan Guo Nian Hao. Sejak pagi-pagi orang sudah mulai Bai Nian, yakni pergi saling mengunjungi dan saling mengucapkan Guo Nian Hao. Pertama-tama mereka akan berkunjung ke kerabat dekat, kemudian relasi dekat, dan kemudian ke segenap handai tolan yang mereka kenal dan dapat mereka kunjungi. Mengapa mereka saling mengucapkan Guo Nian Hao, apa alasannya, dan dari mana asalnya serta kapan mulainya?

Pada zaman dahulu kala di negeri China ada sebuah desa yang sangat indah, aman serta tenteram. Penduduk di desa itu sangat ramah, suka menolong, saling menghormati, dan bersama-sama mereka hendak membuat desa itu makmur dan damai. Karena itu, desa tersebut dikenal sebagai Desa Cinta Damai, penuh berkat, dan bahagia. Penduduk desa yang harus bekerja di negeri jauh, selalu rindu pulang ke desanya dan menikmati damai bersama penduduk desa lainnya. Desa itu juga menjadi desa tauladan, sehingga desa-desa tetangga ingin membangun desa mereka seperti Desa Cinta Damai. Tak pernah ada pencuri, tak pernah di temui ada pengacau, bahkan yang luar biasa, tak pernah terjadi keributan antar tetangga.

Ketika membaca kisah ini dari berbagai versi, saya kira mirip dengan negeriku Indonesia pada zaman dahulu. Saya masih ingat lirik lagu yang menggambarkan hal itu "....mereka saling menghargai, saling menghormati hak asasi; mereka bernaung di bawah pusaka Garuda Pancasila dan Sang Saka Merah Putih lambang Indonesia."

Ketenteraman dan kedamaian Desa Cinta Damai suatu saat terusik, sejak saat itu Desa Cinta Damai berubah menjadi desa yang mencekam dan menakutkan. Hal itu membuat penduduk mulai meninggalkan Desa Cinta Damai, khususnya malam menjelang Tahun Baru China. Penyebabnya adalah seekor makhluk bernama Nian.

Pada kalender China bulan dua belas tanggal tiga puluh malam, makhluk raksasa itu selalu datang ke desa itu. Setiap kali datang, Nian selalu merusak ladang dan memakan tanaman, merusak kandang serta memakan hewan-hewan peliharaan. Penduduk desa telah berusaha keras mencegah datangnya Nian pada setiap malam Tahun Baru China; dan ketika Nian datang, mereka sudah berusaha untuk mengusir dan menghalaunya. Walau Nian hanya datang semalam, dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Seisi desa porak poranda.

Keberingasan, kesadisan, serta kebrutalan Nian membuat penduduk ketakutan, bahkan menjadi trauma. Bayangkan, sawah, ladang, serta pemukiman menjadi berantakan. Burung-burung di pohon pun berkurang drastis, bunga rumput dan ilalang pun makin lama makin sedikit. Tahun demi tahun keadaan makin memprihatinkan.

Desa yang aman tenteram itu menjadi desa yang menakutkan dan memprihatinkan. Desa yang selalu ingin dikunjungi oleh penduduk dari desa-desa tetangga, berubah menjadi desa yang mengancam keselamatan pengunjungnya. Desa yang selalu dirindukan penduduknya pada saat mereka jauh, khususnya untuk berkumpul bersama pada malam Tahun Baru China, kini telah berubah menjadi desa yang dihindari.

Desa Cinta Damai menjadi desa angker penuh nestapa. Oleh karena itu, penduduk yang masih tinggal dan belum pindah ke desa-desa lain, akan meninggalkan desa itu khususnya pada tanggal 30 bulan dua belas kalender China.

Di desa itu tinggal satu keluarga yang bertahan, bahkan berniat mengembalikan suasana desa tersebut seperti sedia kala. Namun, rasa takut masih menghantui mereka. Keputusan pindah atau tidak pindah menjadi pergulatan batin yang tidak mudah bagi mereka.

Suatu saat mereka sampai pada keputussan untuk pindah; namun belum sempat niat itu terwujud, Nian sudah tiba di desa tersebut. Seperti kesetanan, ia memporak-porandakan desa itu. Akan tetapi, saat itu tidak ada lagi tumbuhan yang bisa dimakan, tidak ada lagi hewan untuk disantap, membuat kebrutalan dan keberingasan Nian makin menjadi-jadi. Ia membongkar rumah demi rumah penduduk untuk mencari apa saja yang bisa di makan. Kalau tidak tumbuhan dan hewan, Nian juga bisa memakan manusia yang ditemukannya.

Satu per satu rumah sudah di bongkar dan hanya tersisa beberapa lagi, termasuk rumah dari keluarga yang masih bertahan itu. Ayah, ibu, dan anak-anak dalam keluarga itu pun berdiskusi. Sebab, cepat atau lambat Nian pasti akan sampai di rumah mereka. Memikirkan hal ini, mereka menjadi takut karena jika Nian tidak menemukan apa-apa, pasti tubuh merekalah yang akan menjadi santapannya.

"Ayo cepat kita melarikan diri, jangan membawa barang apa pun, yang penting kita sekeluarga bisa selamat," demikian teriak sang ayah. Mereka segera berlari ke luar rumah dan bertekad seisi keluarga dapat selamat. Namun, sang ibu tidak rela meninggalkan peralatan dapur dan perabot rumah kesukaannya. Maka, ia membawa banyak peralatan dapur dan perabot rumah. Ada gelas, piring, baskom, ember, dan sebagainya. Barang-barang itu sangat banyak, maka ayah dan anak-anaknya pun membantu sang ibu.

Namun karena ada barang yang harus di bawa, lari mereka pun menjadi sangat lambat. Nian makin lama makin mendekat, dan anak-anak mulai berteriak ketakutan dan panik. Barang-barang bawaan sang ibu pun di lempar satu per satu sambil tetap berteriak tanpa menoleh ke belakang.

"Prang...! Klontang........! Pang.....! Piung..!"

Barang-barang yang dilemparkan itu menimbulkan suara yang memekakkan telinga.

Ketika barang-barang sudah habis, sang ayah pun menggendong anaknya yang paling kecil dan terus berlari menyelamatkan diri. Setelah beberapa puluh langkah lagi, mereka merasa tidak mampu berlari lagi. Dan, pada saat yang bersamaan tidak terdengar suara Nian lagi. Mereka pun berhenti berlari dan memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Sungguh ajaib, Nian benar-benar sudah tidak ada.

Namun, setelah dilihat dengan teliti dan seksama, ternyata makhluk itu masih berdiri di balik sebuah pohon dengan raut muka yang ketakutan.

Merasa mantap, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, sang ayah pun berteriak memanggil penduduk desa agar masing-masing membawa barang yang jika dijatuhkan bisa menimbulkan suara gaduh. Ia sendiri berlari kembali dan mengambil barang-barang yang sudah dibuangnya.

Nian tampak tidak bereaksi. Sang ayah dengan keras memukul loyang. Dan bersamaan dengan itu penduduk mulai datang, juga memukulkan barang-barang bawaan mereka. Suara yang ditimbulkan pun tambah gaduh dan berisik. "Dang.....dang....klontang...pang....pung......" sahut-menyahut.

Nian mulai panik. Makin lama makin ketakutan.Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil langkah seribu, lari terbirit-birit. Makhluk menakutkan itu berlari sekencang mungkin dan sejauh mungkin.

Legalah hati keluarga itu. Mereka sangat bergembira. Mereka bukan hanya tidak jadi pindah ke desa tetangga, tetapi juga berhasil membuat Nian ketakutan dan lari tunggang-langgang.

Akhirnya, penduduk tersebut kembali membangun desa mereka dengan tenang dan membuat keadaan seperti sedia kala. Lambat laun, penduduk desa yang sudah mengungsi, pulang kembali ke desa mereka.

Sejak saat itu mereka saling mengucapkan Guo Nian Hao. Untuk mencegah Nian datang kembali, seluruh penduduk desa, tua-muda, besar-kecil, akan memukul benda-benda dapur dan perabotan sekeras mungkin pada tanggal 30 bulan dua belas malam. Esok harinya mereka akan dengan sukacita menikmati hari raya Imlek dan saling mengucapkan Guo Nian Hao.

Tahun demi tahun mereka membunyikan perabotan rumah tangga dan akhirnya digantikan dengan petasan pada dewasa ini dengan maksud agar hal yang menakutkan tidak mengganggu mereka dalam menikmati tahun baru.


Baca selengkapnya.....

Bukan Penjual Pulau; Tetapi Penjual Matahari Dari Dieng

Saturday, September 12, 2009




Pemandangan matahari terbit dari sebuah bukit tertinggi di kawasan dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, sungguh menakjubkan. Dari cekungan Dieng, yang dikitari bukit-bukit, gunung-gunung seperti Sindoro, Sumbing, lalu di agak kejauhan Merapi, Merbabu, Ungaran, langit yang di ambang memerah memperjelas bentuk bumi yang bulat seperti bola. Bandingan pemandangan ini barangkali bisa Anda temui di planetarium, atau juga lewat film seperti Close Encounter serta film-film tiga dimensi mengenai alam semesta. Dieng menyajikan fantasi semesta itu secara lebih real, alami, dengan hawa dingin pagi hari yang menyengat kulit, menusuk sampai ke tulang.

Sebagai daerah wisata, dataran tinggi Dieng atau Dieng Plateau yang terletak sekitar 55 km timur laut kota Banjarnegara bagi turis asing barangkali tujuan wisata kedua di Jawa Tengah setelah Borobudur. Betapa pun, tak terlalu banyak wisatawan asing yang memilih bermalam di Dieng. Mungkin itu disebabkan fasilitas yang terbilang minim, misalnya penginapan. Di Dieng hanya ada beberapa losmen, dengan masing-masing losmen menyediakan sekitar 10 kamar.

Hanya mereka yang gemar sedikit petualangan bersedia tinggal di Dieng. Dan semenjak kawasan Dieng yang terletak lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut ini membentang luas, dengan jalan berkelok di antara bukit-bukit, ladang-ladang sayur-mayur seperti kentang, wortel, carica, untuk mudahnya memang diperlukan pemandu di situ. Di antara sebagian besar penduduk Dieng yang umumnya memilih jadi petani, untuk urusan para turis petualang ada nama yang tak asing di Dieng, yaitu Han--begitu ia biasa di panggil.

Han--masih tergolong belia (20 tahun)--bisa menjadi contoh sebuah pribadi yang mencoba mencari hidup di tengah dunia pariwisata. Selebihnya, ia seorang remaja gunung yang bekerja keras, sementara remaja seusianya di kota-kota besar barangkali masih disuapi mama, tawuran, atau membuat panik orangtua karena obat terlarang.

KREATIF
Di buku di mana para turis yang yang menginap di Dieng Plateau Home Stay menuliskan kesannya, kebanyakan kesan yang dicoretkan adalah tentang matahari terbit atau sunrise dan Han. Tulisan itu dari berbagai macam bahasa, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, dan lain-lain.

"Buku ini sebenarnya diberi seorang turis. Dia bilang, supaya tamu-tamu menulis kesannya di sini, dan saya tidak boleh menghilangkan buku ini," kata Han.

Nama lengkapnya adalah Subhan Sofwan, keluaran sekolah menengah. Subhan yang berasal dari Wonosobo (26 km di bawah dataran tinggi Dieng) mengaku pertama kali datang ke Dieng sekitar dua tahun lalu (1994), karena tertarik dengan para turis asing. Ia ingin kenal, ingin dekat, sambil mempraktekkan kemampuan berbahasa Inggris.

Begitulah setiap saat ia bergentayangan di Dieng, sebelum akhirnya ia ditampung di penginapan dan restoran Dieng Plateau Home Stay, milik pemuda bernama Cholik.

"Saya di sini bantu-bantu apa saja, memasak, melayani tamu, dan saya mendapat makanan dan tempat tidur," cerita Subhan.

Subhan cukup kreatif. Ia bercerita pernah tinggal di Jakarta beberapa bulan dan menjalani pekerjaan, di antaranya di sebuah restoran fast food. Dari situ ia belajar mengenai masakan. Kembali ke daerahnya di Wonosobo, kemudian ke Dieng. Ia menerapkan kemampuannya memasak itu dengan menu-menu seperti nasi goreng, kentang goreng, omelet dan lain-lain.

"Menu ini saya yang membuat," kata Subhan sambil menunjukkan daftar menu yang dibikinnya, ditulis dalam bahsa Inggris seperti french fries, mushroom omelet, pancake, dan lain-lain.

MENJUAL MATAHARI
"Proyek" Subhan yang paling berhasil adalah "paket wisata" melihat matahari terbit. Itu berawal dari pergaulannya tiap saat dengan para turis asing, membikinkan makanan untuk mereka, Subhan mengantar mereka menjelajahi kawasan dataran tinggi itu. Lama kelamaan terpikirlah dia untuk membisniskan kegiatannya.

"Saya di beri uang, lalu saya pikir saya bisa mencari uang dengan kegiatan ini," katanya.

Ia membuat pengumuman di penginapan Dieng Plateau Home Stay: "Dieng Plateau Tour. The tour begins at 4 AM and last about 5 hours. A beautiful sunrise with view of Mt. Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi, Ungaran..........(Wisata Dieng. Mulai pukul empat pagi dan akan berlangsung selama sekitar lima jam. Keelokan matahari terbit, dengan pemandangan Gunung Sindoro, Sumbing, ........dan seterusnya).

Paket wisata Subhan memang dimulai sangat pagi, ketika Dieng masih berembun. Pada bulan sekitar Agustus-September--masa paling dingin di Dieng--embun-embun di dedaunan berubah menjadi butiran-butiran es.

Pukul 03.00 pagi Subhan bangun, menyiapkan diri dan menyiapkan minum untuk para tamunya. Menjelang pukul 04.00, ia ketuk pintu-pintu kamar, membangunkan para tamu. Siaplah tur jalan kaki mendaki bukit-bukit untuk melihat matahari terbit.

Bersambung................................






Baca selengkapnya.....

Rahasia Kesuksesan Orang Jepang




Pada bulan Agustus 1945, Amerika menjatuhkan dua bom atom kepada Jepang yang telah membuat dua kota besarnya, Hiroshima dan Nagasaki, menuju kehancuran. Cukup aneh, orang Jepang tampak tak perduli untuk mendendam kepada orang-orang Amerika. Karena bagi mereka, hal itu hanyalah reaksi terhadap kejahatan Jepang di arena peperangan. Oleh karena itu, tanggungjawab perlu di bagi dengan orang lain. Sikap realistis sebagai bagian dari orang Jepang memperlihatkan, bahwa mereka melewati semua jenis rintangan yang membawa mereka menuju kemajuan yang sangat tinggi di masa modern.

Dua kota industri besar, Hiroshima dan Nagasaki menjadi wilayah yang sangat luas dalam hitungan menit. Termasuk setiap jenis kehidupan dalam radius 10 mil--manusia, hewan dan tumbuhan--telah terbakar habis. Satu setengah juta orang mati di tempat itu, sepuluh ribu di antaranya sirna. Meski demikian, kota-kota tersebut sekarang telah di bangun kembali dengan jalan-jalan luas, rumah-rumah besar, taman dan kebun yang semuanya tampak modern. Hanya ada satu bangunan yang dibiarkan seperti semula, dengan maksud untuk mengingatkan orang, akan hukuman kejam dan merata yang menimpa orang Jepang selama Perang Dunia II.

Ketika kita mengunjungi Jepang, kita akan tahu, bahkan heran bahwa orang Jepang tidak mengeksploitasi peristiwa Hiroshima dan Nagasaki untuk mendiskreditkan Amerika. Sebaliknya ada negara lain yang mengeksploitasi kejadian-kejadian itu untuk kepentingannya. Ketika kita bertanya tentang sikap ini, seorang Jepang menjawab dengan nada rendah yang mengherankan: "Kita menyerang mereka duluan, di Pearl Harbour. Kami membunuh mereka dalam jumlah banyak. Mereka telah memperingatkan kami, tentang apa yang akan mereka lakukan. Tetapi, kami berpikir bahwa mereka hanya menggertak. Mereka menyerang kami secara adil dan impas. Kami dulu membiarkan dan sekarang kami berteman."

Sebuah monumen didirikan untuk memperingati kematian korban dalam tragedi yang dahsyat itu. Dalam musium ditampilkan gambar-gambar yang melukiskan kematian dan kerusakan dalam skala luas. Orang Jepang mengunjungi Hiroshima setiap tahun, untuk menyaksikan keluarbiasaan ini. Dalam pembicaraan dengan orang Jepang, seseorang dapat merasakan perasaan-perasaan tersembunyi, berupa kebencian terhadap orang Amerika. Tapi mereka tidak membiarkan hal itu menguasai kehidupan mereka.

Dengan kebaikan perangai itu, mereka mencapai peningkatan berupa kemajuan dalam waktu singkat. Mereka tidak punya sumber minyak maupun kekayaan mineral. Hampir seluruh bahan mentah mereka impor. Melihat semua kekurangan ini, sungguh sangat mengagumkan, manakala mereka telah mendominasi pasar dunia. Sebab utama hal itulah adalah kualitas produk mereka yang unggul.

Jika bertanya tentang profesi hukum di negeri Jepang, kita akan mendapati bahwa profesi ini bukan bisnis yang berkembang di Jepang. Alasannya, bahwa orang Jepang lebih suka membahas masalah mereka sendiri dari pada membawanya ke pengadilan. Kemauan untuk saling mengakui kesalahan antar pihak merupakan cara paling pasti, untuk membawa permasalahan menuju penyelesasian. Itu hanya mungkin, bila tiap pihak tidak menimpakan seluruh kesalahan pada pihak lain, yang justru mengakibatkan pertengkaran menjadi lebih buruk. Sementara kerelaan mengakui kesalahan, melembutkan pihak lain. Hasilnya, perselisihan akan hilang dengan sendirinya.

Sikap netralitas demikian sangatlah menguntungkan orang Jepang dalam banyak hal. Sebagai contoh, hal itu menjadikan mereka saling memberikan kepercayaan mereka kepada pihak lain. Jadi, mereka menghemat waktu dan uang, yang tidak jadi mereka belanjakan untuk dokumen hukum yang sangat panjang, dan tak begitu perlu. Ada lima puluh ribu pengacara di Amerika, sementara hanya ada sebelas ribu pengacara di Jepang. Ahli-ahli hukum seperti itu tidak begitu dibutuhkan. Mayoritas lembaga perdagangan membuat perjanjian dalam kesepakatan lisan. Awalnya, hal itu hanya dilakukan di antara orang Jepang. Namun sekrang, investor asing juga telah mulai mengambil sisi positif cara ini. Meninggalkan macam-macam kewajiban hukum yang tidak perlu, bisa mempercepat pekerjaan.

Intinya, pandangan tersebut memberikan kebangkitan untuk bersatu. Tak dapat dipungkiri, bahwa itulah kekuatan terbesar yang memberikan sumbangan bagi keberhasilan suatu bangsa. Menurut kata-kata seorang ahli tentang hubungan orang Jepang, bahwa rahasia keberhasilan mereka terletak pada "tidak pernah bertengkar di antara mereka sendiri, selalu melakukan sesuatu bersama-sama."


Baca selengkapnya.....

Dorongan Semangat.....

Friday, September 11, 2009




Dapatkah teriakan dan seruan mencetak gol atau menghasilkan lemparan bebas? Merupakan kenyataan yang sudah di akui bahwa lapangan di kandang sendiri memberikan kepada tim olahraga yang bertanding keuntungan yang pasti. Cheerleader dan khalayak ramai mungkin bahkan tidak tahu perbedaan antara "first down" dan "touchdown" dalam permainan rugby, tetapi mereka tahu kalau pemain yang mereka jagokan melakukan sesuatu yang baik. Mereka bisa diandalkan untuk berseru-seru dan menghentakkan kaki guna memberikan dorongan semangat kepada tim mereka. Pelatih dan pemain berulangkali mengatakan bahwa dukungan penggemar lokal yang membangkitkan semangat mereka, memberi mereka dorongan, dan menyoraki mereka merupakan keuntungan beberapa poin bagi tim tuan rumah.

Sangat disayangkan bahwa kita tidak menyadari--dan menganggap penting--faktor dorongan semangat dalam kehidupan kita sehari-hari. Suami dan istri seharusnya saling membangkitkan semangat dan mendorong lainnya, orangtua memberikan dorongan semangat dan sorakan untuk anak-anak mereka, dan anak-anak sebaliknya juga harus mengelu-elukan orangtua mereka. Demikian pula antara karyawan dan majikan.

Cara pendekatan ini akan berhasil untuk bisnis yang lebih produktif, yang berarti uang yang lebih banyak bagi setiap orang dan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan. Pesannya sudah jelas dan sederhana. Kalau kita semua menyoraki dan mendorong semangat teman-teman, kerabat, dan rekan kerja, dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik untuk hidup dan bekerja!

DI MANA SAJA ADA MANUSIA ADA KESEMPATAN UNTUK KEBAIKAN HATI.




Baca selengkapnya.....

Mengesankan Orang Lain




Seorang wanita yang menarik diajak makan malam oleh William Gladstone, negarawan Inggris yang terkemuka. Pada sore hari berikutnya wanita ini menghadiri jamuan makan malam tempat dia duduk di sebelah Benjamin Disraeli, lawan politik si negarawan yang sama-sama terkemuka.

Kemudian, ketika seseorang menanyakan pendapat wanita ini tentang kedua negarawan, dia menjawab, "Setelah duduk bersama Pak Gladstone saya yakin bahwa dia orang yang paling pintar di Inggris. Tetapi setelah duduk di sisi Pak Disraeli, saya berpikir saya wanita yang paling pintar di Inggris!"

Contoh ini mengusik pikiran karena banyak akal sehat dan kebenaran di dalamnya. Kalau Anda ingin membujuk orang lain dan menarik mereka ke cara berpikir Anda, cara yang paling baik untuk melakukannya adalah bicara tentang hal-hal yang menarik perhatian mereka. Beri mereka perasaan, bahwa mereka memiliki potensi dan kemampuan.

Kalau Anda tulus, orang lain akan menarik kesimpulan bahwa Anda orang yang baik.

MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI DENGAN BANYAK HAL BISA BERBUAT SEDIKIT, TETAPI CINTA BISA BERBUAT LEBIH BANYAK.



Baca selengkapnya.....

Menolong Orang Lain : Ten Sing Free Inspiration




Ketika Sir Edmund Hillary dan penunjuk jalan pribuminya, Ten Sing, berhasil melakukan pendakian Gunung Everest yang bersejarah, Sir Edmund menjadi orang pertama dalam sejarah yang mencapai puncak. Ketika turun dari gunung, Sir Edmund terpeleset, tetapi Ten Sing memegang tali erat-erat dan mencegah mereka berdua jatuh dengan menancapakan kapaknya ke dalam es.

Ten Sing menolak penghargaan istimewa apapun karena penyelamatan jiwa Hillary. Dia menganggap hal itu sebagai bagian rutin pekerjaannya dan menyatakannya dengan sederhana tetapi dengan fasih ketika dia berkata. "Pendaki gunung selalu saling menolong."

Sungguh sebuah falsafah yang menakjubkan! Sayang sekali falsafah ini tidak diambil oleh setiap orang. Akan jauh lebih baik keadaan kita seandainya kita mengambilnya. Mungkin tidak setiap orang akan mengambil standar ini, tetapi karena Anda baru saja membaca pesan ini, Anda bisa mengambilnya. Itu berarti bahwa keadaan Anda akan lebih baik dan demikian pula orang-orang yang Anda pengaruhi. Kalau saja cukup banyak orang yang mendengar falsafah yang sehat ini dan menyebarluaskan kata-katanya, keadaan kita akan menjadi lebih baik dimana pun juga.

TUGAS MEMBUAT KITA MELAKUKAN SEGALA HAL DENGAN BAIK, TETAPI CINTA MEMBUAT KITA MELAKUKANNYA DENGAN INDAH.


Baca selengkapnya.....

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP