Showing posts with label Musa. Show all posts
Showing posts with label Musa. Show all posts

Free Muhamad Iqbal Inspiration Poetry: Fase Pendidikan Pribadi

Monday, September 14, 2009




1. KETAATAN

Bijak dan kerja keras adalah sifat unta
Sabar dan tegar itu jalan hidup unta
Langkah lembut menapak di padang pasir
Dialah kapal bagi para pengarung samudera pasir
Semak belukar mengenal jejak langkahnya
Dialah makhluk yang jarang makan, tidurnya sedikit
Dan biasanya bekerja keras
Dibawanya beban di punggung
Berlari dan berlari hingga sampai ke tujuan
Langkahnya selalu gembira ria
Unta hewan yang sabar, lebih sabar dari si penunggangnya
Engkau juga kawan, jangan kau tolak tugas kewajiban
Agar dapat kau hidup di sisi Tuhan
Hai, orang ceroboh, taat dan patuhlah
Kemerdekaan adalah hasil dari paksaan
Karena ketaatan membuat orang rendah menjadi terhormat
Oleh karena keras kepala apinya jadi abu lagi
Siapa yang hendak menguasai matahari dan bintang
Jadikan dia tawanan hukum
Angin terpesona oleh wangi bunga
Wewangian sempurna di antara muskus
Bintang melesat ke tujuannya
Dengan kepala tertunduk kepada hukum
Rumput tumbuh karena taat pada hukum tetumbuhan
Jika tak dipedulikan hukum itu, maka rumput pun mati terinjak
Selalu terbakar adalah hukum bunga tulip
Dan darah semburat dari batangnya
Karena hukum kesatuan setitik air jadi laut
Dan segenggam pasir menjelma gurun sahara
Karena hukum segalanya jadi kuat
Tapi mengapa kau abaikan kekuatan itu?
Wahai kau yang lepas dari hukuman Islam
Hias kakimu dengan langkah agama

2.PENGUASAAN DIRI

Ruhmu semata membutuhkan dirimu sendiri bagai unta
Sebab unta yakin pada dirinya sendiri, mengatur dirinya
Dan kuat kehendaknya
Jadilah jantan, pegang talinya dalam tanganmu
Agar kau jadi mutiara meskipun kau tempayan
Bagi dia yang tak sanggup mengatur dirinya sendiri
Maka dia hanya jadi budak orang lain
Jika mereka bentuk dirimu dari lempung
Maka cinta dan ketakutan campur aduk dalam kejadianmu
Engkau akan jadi takut kepada dunia ini
Takut pada masa depan
Takut pada mati
Takut dan nestapa terhadap derita di bumi dan langit;
Cinta harta dan kekuasaan, cinta tanah air
Cinta pada diri serta sanak keluarga
Itulah campuran sempurna lempung dan air
Tapi bagi dia yang berlumur dosa matinya celaka
Peganglah selalu kalimat "Tiada Tuhan Selain Allah"
Maka akan kau pecah setiap lembah ketakutan
Pada sesiapa tuhan bagai jiwa bagi raganya
Kepalanya tak tunduk pada segala kesombongan
Tak ada takut dan cemas dalam dadanya
Hatinya tak pernah gentar selain kepada Allah semata
Siapa saja yang bersemayam dalam iman muslim
Bebas dari ikatan istri dan anak
Tiada yang lebih ditakjubkannya selain Allah
Dan Ibrahim pun melekatkan belati ke leher Ismail putranya
Sendiri, tapi dia bagai prajurit di medan laga
Di matanya kehidupan ini lebih murah dari sehelai baju
Iman adalah kepahnya, sembahyang itu mutiaranya
Hati muslim menganggap setiap shalat adalah umroh
Di tangan muslim shalat seumpama pisau tajam
Untuk membunuh dosa, kebekuan hati serta segala noda
Sedang puasa untuk menyerang lapar dan dahaga
Dan menghancurkan benteng nafsu angkara
Pergi haji memberi cahaya bagi pikiran beriman
Diajarkan kita meninggalkan rumah
Melupakan sebentar tanah air sendiri
Itulah namanya amal kebaktian
Di mana semua bangsa bersatu padu
Diikat lembar kitab agama
Zakat mengajar yang kaya jadi dermawan
Melunaskan rasa kebersamaan
Dikuatkannya hati pada laku kebajikan
Dilipatgandakan kekayaan
Mengurangi sikap cinta harta benda
Semua ini adalah jalan memperkuat dirimu
Kau jadi kokoh
Andai Islammu kuat
Capailah sifat qawi-Nya
Agar dapat kau tunggang unta jisinmu sendiri!

3.PERWAKILAN PRIBADI

Jika engkau dapat kuasai untamu, niscaya dunia kau kuasai
Dikepalamu akan berkilau singgasana Sulaiman
Dirimu akan jadi cemerlang dunia, selama dunia ini masih berkembang
Alangkah nikmatnya jadi kalifah Ilahi di bumi ini
Segala unsur tunduk tekun padamu!
Niyabat-i-Ilahi adalah bagai jiwa alam semesta
Ujudnya jadi bayangan Nama Yang Terluhur
Diketahuinya segala rahasia hingga yang sekecil-kecilnya
Dikerjakannya perintah Tuhannya
Jika didirikannya kemah di alam luas ini
Maka di gulungnya permadani zaman yang lama
Kecakapannya penuh sinar kehidupan
Dan ingin mewujudkan dirinya
Dia akan menciptakan dunia lain yang baru
Dunia-dunia kecil dengan kelengkapannya di atas bumi ini
Bermekaran bagai mawar dari benih khayalnya
Dijadikannya setiap alam yang kasar berubah kemurnian
Dipindahkannya patung-patung dari rumah suci
Sentuhannya menggetarkan dawai kalbu jadi musik merdu
Bangun dan tidurnya demi Allah semata
Diajarkannya kepada yang dewasa lagu muda belia
Dan ditaburkannya cahaya bahagia
Kepada umat manusia
Serta digemakannya amanat gembira dan peringatan
Dia datang seperti seorang prajurit
Seperti seorang jenderal ataupun pangeran gagah perkasa
Dialah sebab terakhir dari Allah
Yang mengajarkannya tiap nama benda
Dialah tabir rahasia dari Maha Besar Tuhan
Musa yang diperkukuh dengan tongkatnya
Ilmunya berpasangan dengan kodrat manusia unggul
Langkahnya gagah perkasa mengeringkan Laut Merah
Dipimpinnya Bani Israil dari Mesir kuno
"Bangkitlah!" pekiknya
Lalu mereka yang mati rohani bangkit bagai pohon tusam
Kepribadiannya jadi pembebasan dunia
Karena sifat luhurnya dunia pun terhindar dari bencana
Bayangannya jadi payung dari terik matahari
Ujudnya yang padu memberi nilai bagi segala yang ada
Jejak langkahnya jadi pandangan yang luas
Betapa Musa terpesona oleh gunung Sinainya
Diberinya tafsir baru bagi kehidupan tentang mimpi itu
Ujudnya terpendam seperti musik yang tak terdengar
Dari dawai kecapi hidup ini adalah rahasia kehidupan
Alam bekerja keras dalam darah generasi
Yang menciptakan kepatuhan indah pribadinya
Apabila setumpuk abu kita mencapai puncak kejayaan
Maka Sang Unggul akan menjelma dari abu itu!
Baringlah kau di atas debu kekinian
Nyala api yang menerangi masa depan
Putik kita akan menumbuhkan tamansari bunga mawar
Mata terang berkilau oleh fajar esok
Datang engkau, wahai penunggang kuda takdir!
Datang kau, wajah cahaya dalam gelap gulita perubahan!
Terangi kegembiraan penciptaan
Menyalalah dalam kegelapan mata kami!
Redam hiruk pikuk bangsa-bangsa
Penuhi telinga kami dengan nyanyianmu
Bangkitlah dan kumandangkan kecapi persaudaraan dunia
Serahkan kembali piala anggur cinta
Gambar lagi zaman perdamaian bagi mereka yang gemar berjuang
Umat manusia adalah ladang dan kaulah pemanennya
Kaulah arah tuju kafilah kehidupan

Daun-daunnya berterbangan diamuk musim gugur
Ah, lintasi taman kami bagai musim semi
Terimalah alis mata kami yang menunduk ini
Jika engkau hadir kami kembali mengangkat kepala
Suka citalah menggeluti nyala yang membakar dunia ini.

Baca selengkapnya.....

Kemampuan.......Free Norman Vincent Peale Inspiration

Friday, September 11, 2009




Dr. Norman Vincent Peale menceritakan kisah tentang kunjungan sebuah keluarga yang miskin, dan percakapan yang menarik antara mereka. "Suaminya, Bill, menceritakan kesengsaraan mereka. Tetapi istrinya membuat percakapan yang gembira, berkata, 'Tuhan akan memberi kita jalan.'

"Saya memperhatikan bahwa si istri mengerjakan suatu benda yang berwarna cemerlang yang kelihatan seperti kantung tangan dan saya menanyakan kepadanya apa itu. 'Oh, ini hanya sempal panci yang dihias,' dia menjawab. Kemudian sebuah gagasan timbul dalam benak saya, yang dimasukkan kesana oleh Tuhan, menjawab keyakinan wanita itu. 'Mengapa Anda tidak menyuruh Bill pergi ke toko serba ada?' saya menyarankan. 'Saya pikir mereka mau membelinya. Paling tidak itu pantas dicoba.'

"Bill pergi menemui bagian pembelian dan alangkah herannya dia karena dia menerima pesanan satu gros. Hal yang sederhana itu memulai sebuah bisnis yang akhirnya mempekerjakan beberapa orang.

"Aneh,' kata Bill,'bagaimana Tuhan menjawab doa melalui cempal panci'.

Apa yang dipegang istri Bill di tangannya? Sebuah cempal panci. Dan Tuhan menggunakannya untuk mengangkat sebuah keluarga dari kemiskinan dan keputusasaan! Apa yang kau miliki di tanganmu? Itulah pertanyaan yang diajukan Tuhan kepada Musa. Musa menjawab, "Sebatang tongkat." Tuhan berkata," Aku akan menggunakan tongkat di tanganmu untuk melakukan hal-hal yang luar biasa dan membebaskan anak-anak Israel."

Apa yang kau miliki di tanganmu? Itulah pertanyaan yang diajukan Tuhan kepada Anda. Oh, saya tahu apa yang dikatakan oleh beberapa orang. "Seandainya saya punya uang sebanyak yang dimiliki Rockefeller, atau suara seperti Robert Peters, atau otak Einsten, apa yang tidak akan saya lakukan untuk Tuhan?" Jawaban untuk fantasi itu tidak boleh disepelekan! Kalau Anda tidak menggunakan apa yang Anda miliki, Anda juga tidak akan menggunakan apa yang tidak Anda miliki!

Apa yang ada di tangan Anda sekarang, yang bisa Anda gunakan sekarang juga?

JANGAN BUANG-BUANG WAKTU ANDA UNTUK MEMIKIRKAN BAHWA ANDA BISA MELAKUKAN PEKERJAAN ORANG LAIN DENGAN LEBIH BAIK DARIPADA YANG DILAKUKANNYA--GUNAKANLAH WAKTU ITU UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN ANDA SECARA LEBIH BAIK! (H. A. SCHENFELD)


Baca selengkapnya.....

Muhammad Iqbal Free Inspiration Poetry: DO'A

Thursday, September 03, 2009



Wahai Kau ruh alam semesta
Kau jiwa kami dan Kau senantiasa menjauh dari kami
Kau tiupkan irama dalam suling kehidupan
Hidup ini cemburu kepada mati
Jika mati kami yang duka
Bersemayamlah Engkau dalam lubuk hati ini
Sering kami mengeluh takdir
Perkuatlah cinta kami yang lemah
Kau begitu tinggi
Jangan sembunyikan wajahMu dari tangan kami yang hampa
Karuniakan kami dengan cinta Salman dan Bilal
Nyalakan mata kami dan lepaskan kantuk darinya
Berilah kami fitrah air perak!
Jadikanlah jasad kami ini setangguh gunung bercahaya api
Bakarlah dengan api kami segala yang bukan Tuhan

Apabila umat mencampakkan kunci tauhid
Mereka pecah berantakan
Bagai bintang di cakrawala kami berpencaran
Dengan cinta kasih satukan kami kembali
Bimbinglah kami menghikmati Kamu
Tugaskanlah mereka yang cinta kepada Mu
Kami hanya musafir. Berikan kami kebaktian menempuh tujuan
Seperti Engkau kepada Ibrahim, berilah kami iman yang teguh
Ajarkan kami lagi makna La ilaha
Bisikkan ke telinga kami illa'llah!

Aku yang menyala seperti damar bagi manusia lain
Ajari diriku untuk menangis lagi
Ya Allah! Air matamu yang menerangi kalbu
Aku dipenuhi gairah oleh duka nestapa yang menelan kedamaianku
Aku semaikan dalam taman
Agar kelak bibitku tumbuh menjadi api
Yang akan membakar tanda api dari jubah bunga nan elok
Kalbu bersama malam kemarin
Mataku bersama hari esok
Aku sendiri di antara kawan-kawanku
Walau setiap orang yang berkhayal adalah sahabatku
Tapi citaku tak terpengaruh oleh mereka
Ah, dunia yang luas. Dimanakah sahabatku?
Aku adalah api menyala di puncak Sinai
: DIMANAKAH MUSAKU?
Aku seorang zalim, ya Allah
Banyak kesalahan yang aku lakukan
Aku telah menyalakan bara dalam dada
Nyala yang menerangi alat pertimbangan

Wahai wajahMu yang memberi cahaya kepada bintang
Aku bagai bunga di tengah padang
Di tengah keramaian aku sendiri
Kumohon karuniaMu sebagai kawan
Agar dapat aku berkeluh kepada jiwanya
Dan melihat kembali wajahku dalam kalbunya.






Baca selengkapnya.....

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP