Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Xin Shi Yang Cantik: Cerita Inspirasi Dari Negeri Tirai Bambu

Monday, September 21, 2009




Pada zaman Chun Qiu ada seorang wanita yang terkenal dengan kecantikannya, namanya Xin Shi. Xin Shi diakui sebagai salah satu dari empat wanita tercantik sepanjang perjalanan sejarah bangsa China. Karena itu, jika kita berjalan-jalan ke negeri China, ada eksesori dengan gambar empat wanita tercantik di China, salah satu di antaranya Xin Shi. Sayangnya Xin Shi yang cantik saat itu sakit-sakitan. Wajahnya pucat dan ia sering mengeluh sakit di bagian dadanya.

Akan tetapi, saat ia meringis kesakitan, orang yang melihatnya masih mengatakan bahwa dia tetaplah cantik. Tak mengherankan ada orang-orang saat itu mengatakan, "Meskipun sakit dan wajahnya pucat, Xin Shi masih tetap kelihatan cantik."

Xin Shi mempunyai tetangga yang juga adalah seorang gadis, namanya Dong Shi. Ketika makin lama makin banyak orang yang memuji Xin Shi, Dong Shi merasa tidak suka dan iri hati. Karena itu kepada orang banyak ia berbicara, "Apa lebihnya Xin Shi, apalagi wajahnya yang sering pucat dan meringis menahan sakit. Sebenarnya kecantikanku tidak jauh beda dengan Xin Shi." Tetapi setiap orang yang mendengar ucapannya selalu tertawa sinis sambil berlalu. Hal itu membuat Dong Shi semakin membenci Xin Shi. Ia selalu berpikir, "Aku harus bagaimana supaya orang memujiku dan tidak terus menerus memuji Xin Shi?"

Suatu hari penyakit Xin Shi kumat lagi, tetapi saat itu ia tidak bisa istirahat. Ia harus pergi ke sungai untuk mencuci kain tenun. Karena itu, satu tangannya memegang keranjang berisi kain tenun dan satu tangan lagi memegang dadanya yang sakit. Ia pun tidak bisa berjalan cepat menuju sungai. Di tengah perjalanan ia berpapasan dengan Dong Shi. Dong Shi melihat wajah Xin Shi pucat pasi dan meringis kesakitan. Awalnya Dong Shi sangat marah dan berkata lirih, "Orang ini yang dibilang 'walaupun kesakitan tetapi tetap cantik', tetapi pada pemandangan saya tidaklah demikian!" Lalu Dong Shi sungguh-sungguh melihat wajah Xin Shi yang sedang menahan sakit tersebut dan dalam hati ia berkata, "Wah, ternyata memang pendapat banyak orang benar bahwa walau menahan sakit, Xin Shi tetap terlihat cantik! Aku tidak boleh terus-menerus iri dan membencinya. Orang akan semakin tidak suka kepadaku. Sebenarnya aku harus bagaimana?"

Ia menyaksikan Xin Shi makin lama berjalan menjauhinya. Ia terus berpikir dan berpikir dan akhirnya mendapat ide, "Xin Shi dengan wajahnya yang tampak sakit terlihat cantik oleh orang-orang , pasti baik jika aku berjalan di belakangnya dan berpura-pura sakit juga seperti dia. Mungkin hanya dengan cara ini orang juga bisa melihat kecantikanku." Lalu, ia tersenyum gembira dan berlari supaya tidak terlalu jauh dari Xin Shi. Ketika ia berjalan mengikuti Xin Shi, ada seorang nenek tua. Lalu Dong Shi segera berpura-pura sakit.

Waktu nenek itu memperhatikan orang yang berjalan di belakang Xin Shi, dan ternyata adalah Dong Shi, nenek tua itu ingin menolongnya. "Nona Dong Shi kamu sakit apa?" tanya nenek itu. Dong Shi pun balik bertanya kepada nenek tua itu, "Nenek, jika penampilanku seperti ini apakah aku tambah cantik seperti Xin Shi?"

Waktu nenek itu mendengar pertanyaan itu, ia jadi mengerti bahwa Dong Shi cuma berpura-pura sakit. Nenek tua itu pun tidak dapat menahan tawanya, dan ia tertawa lepas sekali. Setiap kali bertemu orang, Dong Shi selalu mendapat respon yang sama, orang pada tertawa. Dong Shi berpikir orang-orang mulai memuji dan menyukainya, tetapi lama-kelamaan ia paham bahwa orang-orang mengejeknya. Akibatnya, dengan marah ia bertanya kepada orang-orang banyak yang kebetulan berkumpul di suatu tempat, "Kenapa kalian menertawakanku? Bukankah kalian berpendapat wajah Xin Shi yang sakit juga terlihat cantik. Kenapa waktu wajahku tampaknya sakit kalian tidak menyebutku cantik?" Ketika mendengar ucapan Dong Shi mereka pun berhenti tertawa.

Di antara orang tersebut ada yang menyahutnya, "Gadis bodoh, Xin Shi pada dasarnya memang sangat cantik. Jadi, walaupun dia tampak pucat dan kesakitan ia tetap kelihatan cantik. Kamu bukanlah Xin Shi. Kalau kamu berpura-pura sakit seperti ini bukan tambah cantik, tetapi tambah jelek!"

Wajah Dong Shi merah padam saat mendengar perkataan orang itu. Dong Shi malu dan akhirnya mengetahui bahwa perkataan dan tanggapan orang yang ditemuinya itu benar. Akhirnya ia berlari dengan cepat pulang ke rumah. Mulai saat itu ia tidak lagi ingin meniru wajah Xin Shi yang tampak kesakitan karena ia sudah tahu dengan pasti Dong Shi bukanlah Xin Shi.

Sejak saat itu orang di negeri China selalu mengatakan orang yang suka meniru orang lain dengan sebutan Dong Shi Xiao Pin.

Baca selengkapnya.....

Terus Berkonsentrasi, Hidup Akan Jauh Lebih Baik: Sebuah Cerita Inspirasi

Sunday, September 20, 2009




Pada zaman dahulu kala di negeri China ada seorang ahli bermain catur, namanya Qiu. Karena kemahirannya bermain catur yang sulit dicari tandingannya, maka ia di panggil Yi Qiu.

Pada waktu usia mulai tua, Yi Qiu mempunyai dua orang murid yang diharapkan dapat bermain catur semahir dirinya. Karena itu, ia serius dalam mengajar kedua murid tersebut. Tiap hari berlatih catur. Ia ingin semua kemampuannya, kiat-kiatnya dalam memenangkan pertandingan, dan semua strategi pertahanan dan strategi menyerang dalam bermain catur semua diberikannya kepada kedua murid tersebut. Ia mengharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama kedua muridnya sudah bisa membuatnya bangga. Dari dua murid tersebut, seorang sungguh-sungguh serius dalam memperhatikan semua yang diajarkan oleh Yi Qiu. Ia sangat serius dan tekun dalam berlatih untuk meningkatkan keterampilannya bermain catur. Hal-hal lain dinomorduakan olehnya.

Adapun seorang murid lainnya, tampaknya saja ia sedang duduk belajar dan berlatih, namun sebenarnya pikirannya terbang ke mana-mana. Ia sulit mencurahkan konsentrasinya untuk bermain catur. Ketika berlatih atau belajar catur, sebentar-sebentar ia melihat keluar jendela memandang langit dan juga pohon-pohon di luar sana.

Jika ada sekumpulan burung terbang melintas, ia selalu membayangkan seandainya bisa menangkap seekor setiap hari maka ia bisa makan daging burung goreng atau panggang yang lezat. Sampai Yi Qiu selesai mengajar, ia sama sekali sulit mengingat semua ajaran itu karena seringnya ia melamun.

Satu hari Yi Qiu memanggil kedua muridnya untuk duduk berhadap-hadapan di meja catur. Ia ingin mengetahui sampai di mana pelajaran yang sudah dia ajarkan diserap oleh kedua murid tersebut. Hari itu murid yang serius belajar dan berlatih mengenakan baju berwarna hijau, sedangkan murid yang sering melamun mengenakan baju berwarna biru. Oleh sebab itu, Yi Qiu pada hari itu memanggil mereka dengan sebutan Si Hijau dan Si Biru.

Walau Si Biru sebelum menjadi murid Yi Qiu permainan caturnya setingkat di atas Si Hijau, namun saat itu Si Hijau mampu mengalahkannya dengan mudah. Hasil permainan catur itu membuktikan bahwa Si Hijau keterampilannya meningkat pesat dan Si Biru keterampilan bermain caturnya tidak begitu meningkat. Saat itu Yi Qiu tahu pasti bahwa Si Hijau benar-benar serius belajar dan berlatih untuk meningkatkan keterampilannya, sedangkan Si Biru banyak melamun dan kurang berkonsentrasi dalam belajar dan berlatih. Ia tahu bahwa sebenarnya Si Biru mempunyai otak yang lebih cerdas dari Si Hijau.

Yi Qiu berkata kepada mereka, "Walaupun bermain catur adalah hal yang kecil, namun jika kita tidak serius dalam belajar dan berlatih, tidak teliti dalam mengamati permainan lawan, tidak sabar dalam bertahan dan menunggu saat yang tepat melakukan serangan, kita tidak akan pernah berhasil. Kuncinya adalah konsentrasi penuh dan kita akan mendapat hasil yang lebih baik.

Hidup juga demikian, kita tidak boleh mengabaikan hal-hal yang tampak kecil, semua hal jika dilakukan dengan konsentrasi dan tekun dalam menghadapinya maka hasil yang didapat akan jauh lebih baik. Jika kurang konsentrasi dalam melakukan hal-hal yang kecil, tidak jarang kita bisa kehilangan sesuatu yang berharga."

Baca selengkapnya.....

Penerbitan Laporan Berkala: Free Inspiration Bisnis Rumahtangga

Friday, September 18, 2009



APA YANG ANDA LAKUKAN
Terbitkan satu atau beberapa laporang berkala, secara tetap atau tidak tetap, untuk melayani kalangan tertentu.Kelompok ini dapat meliputi berbagai bidang dari semut sampai ilmu hewan, dan setiap orang di antara kelompok. Jadi, penulis telah menerbitkan laporang berkala selama lebih 25 tahun. Selama kurun waktu ini laporan berkala bulanan ini telah menghasilkan jutaan.

Hal ini merupakan laporan berkala khusus, dan sudah merupakan tradisi bahwa hampir semua laporan berkala menyajikan bidang-bidang khusus. Misalnya, hanya satu laporan berkala yang memenangkan hadiah tahunan dari seluruh yang terbaik. Pokok bahasannya? Kapal dan kapal rusak! Inilah contoh ideal dari suatu bidang khusus.

Contoh lain yang termasuk baik adalah E. Jane Mall, penulis How to Become Wealthy Publishing a Newsletter. Dia berhasil menerbitkan laporan berkala tentang sekretaris gereja! Maka jika Anda mempunyai perhatian khusus atau dapat menemukan seseorang yang membutuhkan laporan berkala, terjunlah ke usaha ini sekarang!

BAGAIMANA MENDAPATKAN PELANGGAN
Laporan berkala terutama dipromosikan melalui pengiriman langsung. Sementara ada beberapa laporan berkala yang dipromosikan melalui iklan baris, seperti Vacation Hideaways. Sebagian laporang berkala dipromosikan melalui pos. Untuk melakukan ini, Anda dapat menyewa daftar alamat khusus, memakai daftar alamat yang Anda miliki untuk bisnis lain, atau gunakan daftar peserta seminar. Kirimkan iklan prospek berlangganan laporan berkala Anda.

MODAL YANG DIBUTUHKAN
Membutuhkan $750 untuk memulai laporan berkala karena Anda harus menyiapkan terbitan pertama dan menawarkan melalui pos ke langganan. Tetapi saat uang muka mulai bergulir, Anda dapat menggunaknnya untuk membiayai penerbitan dan pengiriman yang akan datang. Sehingga usaha ini dapat membiayai diri sendiri.

Semua ini dapat dikerjakan dari satu ruang kecil, atau dari ruang besar. Sehingga tidak ada ongkos tambahan dalam usaha ini bila menjalankannya dari rumah.

POTENSI PENDAPATAN
Berpenghasilan sebesar $25.000-$300.000 setahun per laporan berkala dengan hanya sejumlah iklan. Sambil mendirikan sebuah laporan berkala Anda dapat memikirkan memulai usaha lain.

Apabila hal ini terlaksana, pendapatan Anda akan meningkat karena hanya membutuhkan sedikit biaya ekstra untuk mendirikan laporan berkala kedua, ketiga dan keempat.

WAKTU PENDAPATAN PERTAMA
Mendapatkan uang dalam waktu dua minggu setelah Anda mulai mengirimkan permohonan langganan. Sebagian uang ini dapat digunakan untuk melakukan pengiriman lebih banyak. Bahkan Anda dapat menunda terbitan pertama sampai mendapat langganan cukup banyak, biasanya 100, agar usaha berhasil.

SARANA YANG DIBUTUHKAN
Meja, telepon, mesin ketik, personal computer (dapat dibeli bila cash flow Anda kuat).

Baca selengkapnya.....

Dong Guo dan Serigala: Cerita Inspirasi Negeri China

Thursday, September 17, 2009




Dong Guo sedang melakukan perjalanan menuju negeri Zhong Shan untk mengurus sesuatu. Ia berjalan kaki sementara di punggung keledainya ada beberapa buku dan barang-barang bawaan lainnya. Berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya Dong Guo sadar ia sudah salah jalan dan tersesat.

Sementara ia bingung arah yang seharusnya ditempuh, seekor serigala mendatanginya. Serigala itu berseru, "Tolong selamatkan aku, tolong salamatkan aku!"

Dong Guo balik bertanya, "Ada masalah apa denganmu, apa yang membuat kamu minta tolong kepada saya?"

Serigala itu menjawab, "Ada sekumpulan pemburu sedang mengejarku. Mereka bisa melukai dan membunuhku. Aku pernah mendengar bahwa Anda adalah orang yang sangat baik. Karena itu, aku mohon, tolong selamatkan aku. Aku pasti membalas budi baikmu!"

Setelah berpikir sejenak Dong Guo bertanya lagi, "Bagaimana saya bisa percaya bahwa kamu akan membalas budi, lagi pula jika para poemburu itu tahu saya menyembunyikan kamu, jangan-jangan saya pun akan celaka! Namun, saya selalu ingin berbuat baik. Sekarang saya akan menolongmu, hal yang lain itu urusan nanti."

Dengan segera Dong Guo mengeluarkan buku-buku dan barang bawaannya dan menyuruh serigala itu masuk dalam kantong barang tersebut untuk diletakkan di punggung keledai. Namun, sudah beberapa kali dicoba, serigala itu tidak juga bisa masuk dalam kantong itu. Semakin tidak bisa masuk, semakin membuat serigala itu khawatir dan takut. Lalu dengan hikmat terakhir Dong Guo menekuk ke empat kkaki serigala itu dan akhirnya bisa masuk juga.

Baru saja kantong itu diletakkan di atas punggung keledai, para pemburu datang dan bertanya kepadanya, "Apakah Tuan melihat seekor serigala lewat?"

Dong Guo menjawab, "Saya sedang salah jalan dan tersesat. Sekarang saya sedang bingung harus jalan ke arah mana. Karena itu, saya tidak terlalu memperhatikan apakah ada serigala lewat atau tidak."

Para pemburu itu pun percaya dan segera berlalu dari hadapannya.

Melihat para pemburu sudah berlalu dan merasa situasi sudah aman, Dong Guo melepaskan serigala itu. Begitu keluar serigala itu pun berkata, "Sungguh aku berterimakasih kepadamu karena telah menyelamatkan nyawaku. Namun, jika Tuan ingin menolong seharusnya menolong sampai tuntas!"

Dong Guo bingung mendengar ucapan itu. Ia bertanya, "Apa maksudmu menolong sampai tuntas?"

Serigala pun menjelaskan, "Aku sekarang sudah sangat lapar. Beri aku makanan atau biarkan aku memakanmu, karena dengan demikian Tuan sudah menolong saya sampai tuntas!"

Dong Guo terkejut dan mulai takut mendengar ucapan serigala itu. Sambil menjauh ia berkata, "Kok, bisa begitu? Di kolong langit ini tidak ada yang seperti kamu. Saya sudah menyelamatkanmu dari kematian tapi sekarang kamu mau makan saya? Jika kamu tetap mau makan saya, coba pergi dan cari tiga makhluk tua dan bertanya kepada mereka. Jika mereka setuju bahwa kamu boleh memakan saya, segera makanlah saya."

Serigala itu pun menyanggupi syarat yang diajukan Dong Guo. Ia membawa Dong Guo pergi ke satu pohon besar dan bertemu dengan tikus. Serigala itu menceritakan kepada tikus bahwa dia sudah ditolong oleh Dong Guo dan sekarang, karena lapar, ingin memakan Dong Guo.

Tikus itu menjawab, "Aku sudah dua puluh tahun membantu Tuanku untuk mengambil buah-buahan. Sekarang ketika aku sudah tua seperti ini, dia malah menjualku. Hidup memang begitu, sering kali kita harus menjumpai ketidakadilan. Karena itu aku setuju kalau serigala ingin memakan Tuan!"

Lalu mereka pun meneruskan perjalanan dan bertemu seekor sapi. Kejadian yang sebenarnya pun diceritakan kepada sapi. Setelah mendengarkan dengan seksama, sapi itu memberikan pendapatnya, "Seumur hidup susuku diperas oleh tuanku, sekarang ketika aku sudah tua dan tidak bisa memproduksi susu segar lagi, mereka merencanakan untuk menyembelih dan memakan dagingku. Karena itu, aku setuju bila serigala memakan tubuh Tuan!"

Sementara meneruskan perjalanan, Dong Guo semakin ketakutan dan juga mulai menerima kenyataan bahwa serigala yang ditolongnya malah mau memakan dirinya. Akhirnya mereka bertemu seorang yang tua. Orang itu mendengarkan dengan seksama semua cerita Dong Guo dan serigala.

Setelah menimbang-nimbang orang tua itu sambil mengernyitkan dahi bertanya, "Saya tidak habis pikir bagaimana mungkin serigala bisa masuk ke kantong sekecil ini? Jika saya dengan mata kepala sendiri bisa menyaksikan serigala ini masuk ke dalam kantong dan Tuan bisa mengangkat dia ke atas punggung keledai, maka saya setuju tubuh Tuan dimakan olehnya."

Mendengar itu, serigala merasa di atas angin karena sebentar lagi bisa memakan tubuh Dong Guo. Serigala itu berkata dalam hati, tadi aku bisa masuk sekarang juga pasti bisa!

"Ayo Tuan Dong Guo, silakan buka kantong Anda dan biarkanlah Pak Tua ini menyaksikan bahwa saya bisa masuk ke dalam kantong itu dan Tuan bisa angkat ke atas punggung keledai!" kata serigala bersemangat.

Dong Guo melipat keempat kaki serigala lalu memasukkan ke dalam kantongnya, setelah itu ia mengikatnya. Ketika hendak mengangkatnya ke atas punggung keledai, Pak Tua itu berkata, "Biar saya yang melakukannya!" Lalu Pak Tua itu dengan segera mengeluarkan tongkat kayunya dan memukulkannya berkali-kali ke kantong tersebut. Serigala itu meraung-raung dengan kerasa, namun suara raungan itu makin lama makin pelan sampai tak terdengar lagi. Serigala itu pun mati, dan Dong Guo bisa melanjutkan hidupnya.

Baca selengkapnya.....

Dorongan Hidup: Sebuah Inspirasi dari Tumbuhan Merambat

Wednesday, July 22, 2009



Sebuah tanaman merambat yang tumbuh di halaman rumah, suatu saat mendapat kesialan. Akar dan rantingnya terpendam di bawah gundukan tanah dan reruntuhan rumah yang sedang mengalami perbaikan. Kemudian, ketika halaman dibersihkan pemilik rumah memotong tumbuhan merambat yang telah rusak parah itu, bahkan akarnya telah dicabut agar tidak akan tumbuh lagi. Seluruh halaman rumah kemudian dilapisi dengan batu bata dan semen.

Beberapa minggu kemudian, ada sesuatu yang bergerak pada tempat di mana tumbuhan merambat tadi telah dicabut. Batubata-batubata terangkat ke atas seakan ada sesuatu yang mendorongnya dari bawah. Ini tampak sangat aneh! Bahkan tak mungkin terjadi karena pekerjaan galian kelinci atau tikus. Semua menjadi sebuah teka-teki.

Akhirnya, teka-teki itu terpecahkan ketika beberapa batubata dibongkar. Ditemukan bahwa tumbuhan merambat tadi mulai tumbuh lagi walaupun dalam bentuk yang sangat mnyedihkan. Itu terjadi karena tidak semua akarnya tercabut, dan ketika waktu musim tumbuhnya tiba, kehidupan mulai menggerakkannya dalam mendorong batubata ke atas, menerobos semen untuk memperoleh sinar matahari.

Apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut? Itu merupakan satu di antara keajaiban alam, sehingga daun-daun dan tunas-tunas sekalipun--yang secara mudah dapat dirusak dengan daging antara jari telunjuk dan jempol--dapat mendatangkan kekuatan luar biasa untuk mendorong jalan mereka menerobos batubata dan semen.

Syahdan, pemilik rumah sungguh menyesal telah berusaha mengambil kehidupan tumbuhan itu. "Tumbuhan itu seakan-akan meminta haknya kepadaku untuk tumbuh. Sekarang tentunya aku tidak akan menghalangi jalannya," kata pemilik rumah sambil membuang lebih banyak batubata agar tumbuhan rambat itu tumbuh leluasa. Kurang dari satu tahun, tumbuhan merambat itu telah tumbuh menutupi tembok halaman tepat pada posisi di mana ia telah "dicabut" secara kasar.

Sebuah pegunungan yang begitu tinggi dan lebar, tidak dapat membuang kerikil dari lerengnya walaupun satu buah. Tetapi ranting pohon yang sangat kecil dan lemah seperti tumbuhan merambat tadi dapat memecah lantai bersemen dan dapat bertunas menerobosnya. Dari manakah kekuatan seperti itu? Sumber energinya adalah fenomena misterius dari alam yang disebut dengan kehidupan.

Kehidupan adalah sebuah proses yang mengagumkan. Ia benar-benar terjadi pada alam ini. Hanya kekuatan yang akan menuntut hak-haknya di alam ini. Kehidupan meskipun telah dicabut akan terus melanjutkan keberadaannya. Boleh jadi, sesaat ia tidur dan terlelap, namun pada saat kesempatan datang ia akan kembali hadir dengan kekuatannya. Seperti tumbuhan merambat itu.





Baca selengkapnya.....

Pesan Kepada Bangsa Timur: Puisi Inspirasi Muhammad Iqbal

Sunday, July 19, 2009




Bangunlah kerajaan cinta di tempatmu berdiam
Ciptakan nama baru
Fajar dan malam kemilau
Tenunlah kta-katamu
Jika Tuhan melimpahimu sahabat alam
Dari kesenyapan mawar dan teratai
Jangan pinta karunia dari si tukang gelas Magribi
Buatlah sendiri piala dan kendimu dari tanah lempungmu

Lagukan bagai buah anggur di tangkainya
Buatlah minuman darinya
Jalan hidupku bagai fakir
Tapi aku tak berkeluh
Jangan jual pribadimu sambil mengenakan pakaian pengemis

Lihatlah! Wahai pengatur matahari dan bulan
Semurah debu dalam gairahnya takjub terpesona
Melahirkan gurun pasir maha luas
Telah kau tanamkan cinta dalam hati manusia
Bara api kau lontarkan ke rumput ilalang
Tapi lihat betapa aroma manusia menggetarkan api
Dan menegakkan langit baru
Sebuah atom tak punya arti untuk membangun sebuah alam baru

Baca selengkapnya.....

Cerita Inspirasi: Dua Dokter Yang Berseteru

Saturday, July 18, 2009


Di kota Su Zhou, pada zaman Dinasti Qing, ada dua orang dokter yang sangat terkenal karena keahlian mereka dalam pengobatan. Seorang dokter bernama Ye Tian Shi dan seorang dokter yang lain bernama Xue Xue. Mereka berdua saling membantu dalam memecahkan masalah sehingga keahlian mereka berkembang dengan sangat baik. Jika ada kasus penyakit tertentu dan yang seorang tidak tahu dengan pasti, maka ia akan meminta nasihat atau pendapat dari yang lain dalam mengatasi penyakit tersebut. Karena mereka saling membutuhkan, maka setelah dipikir-pikir mereka akhirnya membuka klinik bersama. Banyak pasien yang tertolong jika pergi ke klinik mereka. Namun, karena suatu masalah kecil kedua dokter yang bersahabat itu akhirnya berpisah. Dua orang yang sudah jadi sahabat baik akhirnya bermusuhan, bahkan kini mereka saling menjelekkan dan saling membenci.

Suatu hari, setelah lama sekali tidak berkomunikasi, Xue Xue melakukan perjalanan yang harus melewati rumah Ye Tian Shi. Sewaktu melewati depan rumah sahabatnya yang kini jadi musuhnya, Xue Xue mencium bau yang aneh dan kurang sedap, karena itu ia segera menutup hidungnya. Karena pegawai Ye Tian Shi kebetulan ada di luar rumah, maka Xue Xue pun bertanya dan mencari tahu tentang Ye Tian Shi. Ternyata ibu Ye Tian Shi sedang sakit parah. Untuk mengobatinya, Ye Tian Shi mengumpulkan banyak obat di dalam satu kamar. Salah satu obat di dalam kamar obat itu adalah Hong Pi, yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa ibunya, tetapi obat itu bau sekali. Ibu Ye Tian Shi sama sekali tidak ingin meminum obat Hong Pi itu dan karena itu tubuhnya makin lemah, penyakitnya makin parah, dan nyawanya di ujung tanduk.

Waktu itu ada satu kebiasaan, yakni seorang dokter tidak sampai hati memberikan obat yang keras atau pengobatan yang penting dan khusus untuk keluarga dekat. Karena itu, biasanya seorang dokter akan meminta dokter lain untuk mengobati keluarga dekatnya dengan pengobatan khusus dan memberi obat yang keras. Dari informasi yang di dapat, Xue Xue sedang mencari dokter lain untuk mengobati ibunya. Ye Tian Shi tidak mencari Xue Xue karena mereka bermusuhan, sementara di Su Zhou tidak ada dokter lain yang mampu mengobati ibunya kecuali Xue Xue. Namun karena rasa benci, ia mencoba mencari dokter ke luar daerah.

Sementara itu, Xue Xue pun berbicara," Salah sendiri mengapa Ye Tian Shi menyakiti perasaanku. Sekarang aku tidak akan membantunya, biar ibunya semakin tidak tertolong dan dia akan sadar bahwa dia sebenarnya membutuhkanku. Biar dia tahu rasa sekarang.!"

Baru saja Xue Xue berpikir demikian, dirinya menjadi tidak tenang karena di dalam hatinya ada suara yang menentang sikapnya. "Tidak betul, seorang dokter harus rela dan berinisiatif untuk mengobati orang yang sakit, apalagi yang sudah dalam keadaan darurat. Jika nanti kamu sendiri yang mengalami masalah seperti ini, kamu juga pasti akan mencari Ye Tian Shi!"

Akhirnya ia masuk ke rumah Ye Tian Shi dan memeriksa dengan teliti penyakit ibu Ye Tian Shi. Setelah beberapa saat, ia pun menulis resep. Resep yang dibuatnya sebenarnya tidak jauh beda dengan apa yang di tulis oleh Ye Tian Shi, yakni ada juga obat Hong Pi di dalamnya. Ibu dari Ye Tian Shi mau meminum obat yang dibuat Xue Xue dan beberapa saat kemudian sembuh dari penyakitnya.

Ye Tian Shi, yang mencari dokter di tempat lain, baru pulang ke rumah dan tidak ada dokter yang bisa datang ke rumahnya. Dan ia pun tahu bahwa Xue Xue datang khusus ke rumahnya untuk mengobati ibunya. Kebetulan saat itu Xue Xue juga ada di rumahnya, karena itu dengan segera ia menyalami tangan Xue Xue dan berulang kali mengucapkan terimaksih.

Sejak saat itu mereka berdua berdamai kembali. Persahabatan mereka pun lebih dalam daripada sebelum mereka bermusuhan.



Baca selengkapnya.....

Kehendak dan Gairah: Puisi Inspirasi dari Muhammad Iqbal

Wednesday, July 15, 2009

Hidup ini dikekalkan oleh tujuan
Karena tujuan pula maka genta kafilah berbunyi
Hidup terpendam dalam pencarian
Asalnya tersembunyi dalam gairah
Nyalakan gairah kau dalam hati riang gembira
Jelmakan debumu sebesar monumen kenangan
Gairah adalah ruh dunia ini dari warna-warni wangiannya
Seluruh kesucian merupakan kepatuhan akan gairah
Yang hendak menarikan hati dalam dada
Diberinya tenaga dahsyat bagi bumi
Gairah adalah Khidir bagi Musa pemilik 'irfan
Hati menyerap hidup dari nyala gairah
Dan bila direnggutnya maka patahlah sayapnya
Lemah tak berdaya dan tak kuasa terbang tinggi
Gairah adalah gerak pribadi
Gairah adalah ombak keglisahan dari samudera sang pribadi
Gairah adalah jaring yang menjala cita-cita
Penjilid buku amal perbuatan
Meninggalkan gairah berarti kematian bagi hidup sejati
Seperti redup nyala mematikan api

Apakah sumber dari mata kita yang senantiasa waspada?
Kenikmatan penglihatan adalah sanggup menghadirkan bentuk yang nyata
Kaki burung merak terjelma dari keindahan langkahnya
Paruh burung bulbul mewujud dari kegairahan nyanyinya
Ilalang yang memisahkan diri dari rumpun akan mendesir gembira
Sedang lagu melepaskan diri dari penjaranya

Mengapa ruh berhasrat ingin mencari sesuatu yang baru
Dan ingin mendaki keluasan langit?
Tahukah engkau apa yangh menyebabkan mukjizat ini?
Itulah semata gairah yang memperkaya hidup ini
Dan akal budi adalah anak dalam rahimnya
Apa itu organisasi sosial, adat istiadat, dan undang-undang?
Langit gelombang abu dipertemukan jalannya
Dari pohon mawar, dunia melimpah kedalam mawar
Malam terjelma karena tidur, hari lahir karena terjaga
Dibaginya nyala dalam bara
Dan diajarkannya mereka yang budiman memuja kesulitan hidup
Berpancaran dirinya untuk sementara dan dijadikannya tumpukan pasir
Lalu dia akan menyatu kembali menjadi gunung-gunung
Inilah fitrah sang pribadi yang hendak menjelmakan dirinya:
Dalam tiap zarah bersemayam kuasa sang pribadi
Kodrat yang belum mewujud dan tersembunyi
Membelenggu sifat-sifat yang akan mengeluarkan amal
Laksana hidup dialam semesta yang lahir dari kodrat-iradat
Sang Pribadi

Hidup setara dengan kekuatan ini
Apabila setitik air menghafal ajaran sang pribadi
Ditunjukkannya peristiwa kosong ini menjadi mutiara
Anggur tak akan membentuk sebab pribadinya lemah
Tapi karena piala maka anggur mengambil bentuknya
Namun banyak utang budinya pada kita untuk geraknya

Apabila gunung hilang padunya, dia akan menjadi tumpukan pasir
Dan mengeluh, lautan melingkupinya
Tapi ombak selamanya terus menjadi ombak dalam lautan
Ombak tetap jadi penunggang punggung lautan
Cahaya selamanya tetap jadi peminta-minta sejak mata mulai melihat
Dan bergerak kian kemari mencari yang indah
Tetapi sebagaimana rumput yang mencari cara dalam pertumbuhan dirinya
Angan-angannya ingin memecah dada sang tamansari
Pelita juga memadukan dirinya
Dan menghimpun pribadinya dari gugusan zarrah
Lalu dipamerkannya kebiasaannya menghancurkan diri sendiri
Dan lari dari dirinya
Sampai akhirnya meleleh dia dari matanya sendiri, bagai airmata
Tidak akan dirinya menderita luka

Namun karena dia mengambil nilainya sendiri dari kehendak yang lain
Akhirnya sirnalah bahunya oleh gosokan benda yang lain itu
Oleh karena bumi berdasar kokoh atas kejadiannya sendiri
Bulan mengedarinya terus menerus
Ujud matahari lebih perkasa dari ujud bumi
Itulah sebabnya maka dunia mempesona bagi mata sang surya

Kesyahduan padang kemilau menangkap pandangan kita
Gunung kian dahsyat oleh keluhurannya
Bajunya ditenun dari serat api
Asalnya adalah bibit sejati

Bila kehidupan menghimpun tenaga dari sang pribadi
Sungai kehidupan akan meluas ke dalam samudera raya

Baca selengkapnya.....

Inspirasi Tanpa Kata: Belajar Pada Sebuah Batu

Tuesday, July 14, 2009


Seorang pelajar dari Rajasthan gagal pada ujian sekolah lanjutannya. Tahun depannya dia ikut lagi, dan masih saja gagal. Setelah gagal tiga kali, tahun berikutnya dia sangat malu terhadap keadaannya, sehingga dia meninggalkan rumah. Tak mampu menampakkan mukanya kepada keluarganya.

Dia hanya terus berjalan tanpa tujuan. Setelah lama berjalan, dia berhenti pada sebuah sumur, dengan maksud ingin menghilangkan dahaga. Wanita dan anak-anak berkumpul di sekelilingnya. Mereka mengisi tempayan-tempayan secara bergiliran. Di sana dia menangkap suatu tanda. Tanda kecil yang sangat berharga. Dia benar-benar tergerak, dan hausnya telah hilang. Dia sangat heran, ketika dia berpikir bahwa dirinya telah menemukan sesuatu yang jauh lebih besar, dibandingkan air yang mulanya dia cari. Apa yang terjadi sangatlah sederhana. Orang-orang kampung yang mendatangi sumur mengambil air. Biasanya mereka membawa dua tempayan, yang terbuat dari tanah. Mereka akan meletakkan satu tempayan, di atas sebuah batu dekat sumur. Sementara yang satunya diikat dengan tali, dan di turunkan ke dalam sumur untuk mengambil air. Kekagumannya, bagian batu yang menjadi tempat tempayan tergesek, dan ada lubang di sana. Pikirnya, tempayan terbuat dari tanah, namun ketika diletakkan di atas tempat yang sama berulang-ulang, akan mengikis batu, benda yang lebih keras dari tanah. Benda yang kuat kalah dengan tanah, hanya melalui perbuatan yang berulang-ulang. "Kemudian, mengapa aku tidak berhasil dalam ujian jika aku begitu sabar? Aku yakin dapat mengatasi rintangan-rintangan, dengan usaha yang lebih besar dalam pelajaran-pelajaran," pikirnya dalam hati berapi-api.

Pemikiran seperti itu, mendorongnya menuju pemberhentian bus. Segera ia putuskan untuk pulang dan mulai bekerja keras untuk belajar sekali lagi. Tahun berikutnya, dia ikut untuk keempat kalinya dalam ujian sekolah lanjutan. Mengagumkan sekali, kali ini hasilnya berbalikan dengan yang sebelumnya. Dia mengerjakan jawabannya sangat bagus, sehingga dia mendapat nilai tertinggi di kelas. Setelah gagal tiga kali, dia akhirnya mengenal dirinya.

Pelajaran dari batu itu bekerja seperti mukjizat, dan ini telah mengubah seluruh hidupnya. Pelajar yang mulanya lari dari rumah, karena tak dapat menerima kegagalan, telah datang untuk menjadi yang nomor satu dalam semua ujian yang dia ambil. Ketika mendapat nilai tertinggi pada tes magisternya, dia memperoleh beasiswa untuk belajar ke luar negeri, mengambil program doktoralnya dari lembaga donatur pendidikan.

Mungkin, ini satu-satunya kejadian di desa terpencil. Namun, sebenarnya di setiap tempat ada sebuah "batu" yang menunjukkan kekurangan, dan kegagalan seseorang. Batu yang dapat mengajari seseorang, suatu pelajaran yang membuatnya menerima pesan-pesan yang di bawa. Hanya dengan mau melihat "batu" seperti itulah, permasalahan yang tepat depat kita temukan.





Baca selengkapnya.....

Ibu Meng Zi yang Bijaksana: Cerita Inspirasi

Thursday, July 09, 2009


Di negeri China pernah hidup seorang filsuf besar bernama Meng Zi. Kebijaksanaan dan hikmatnya membuat sebagian besar orang China mensejajarkan kualitas Meng Zi dengan Kong Zi, karena itu mereka sering menyebut kedua filsuf itu secara bersamaan dengan sebutan, "Kong Meng".

Pada waktu Meng Zi masih anak-anak, ayahnya meninggal dunia. Ibunya membesarkannya dengan kondisi yang sangat sulit. Karena ia mencintai mendiang suaminya, Ibu Meng Zi pindah rumah di dekat makam suaminya. Karena dekat, dari rumah mereka sering terdengar orang meratap sambil memukul-mukulkan tangan kebenda-benda di dekatnya. Melihat di sekitarnya ada pemandangan yang seperti itu, Meng Zi sering berada di dekat orang-orang yang sedang meratap. Bagi Meng Zi, ikut-ikutan sedih seperti permainan yang mengasikkan. Ibu Meng Zi sering memperhatikan perilaku anaknya itu. Ia berpikir bahwa ini tempat yang kurang baik bagi pertumbuhan anaknya, maka ia membawa Meng Zi pindah ke kota.

Di kota bnyak sekali pedagang. Para pedagang suka berteriak menawarkan dagangan dan suka minum bir serta sering mengucapkan janji-janji palsu dalam menawarkan dagangannya. Bagi Meng Zi hal tersebut menarik, karena itu ia mulai minum bir, berteriak menawarkan dagangan, dan mengucapkan janji-janji gombal ala pedagang itu. Ibu Meng Zi resah dan berpikir bahwa tempat ini tidak terlalu baik bagi perkembangan moral dan perkembangan pengetahuan anaknya. Setelah berpikir matang soal tempat yang paling ideal untuk anaknya, ia memutuskan untuk pindah dekat sekolah.

Dari sekolah tersebut ia bisa mendengar suara guru yang sedang mengajar. Lagi pula di sekolah itu ada perpustakaan sehingga ia berharap anaknya, bisa belajar banyak hal yang berguna untuk hidupnya. Disitu juga banyak murid sekolah sehingga diharapkan Meng Zi akan terdorong untuk bersekolah dan rajin belajar. Meng Zi pun terpengaruh. Tiap hari ia berusaha mendengarkan ajaran yang disampaikan oleh guru. Banyak buku kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan dipelajarinya dengan tekun. Ia juga berdiskusi dengan murid-murid yang ada di sekolah itu. Hari demi hari, tahun demi tahun, Ibu Meng Zi sangat gembira meliha anaknya begitu suka belajar-mengajar. Dalam hatinya ia berkata, "Ini memang tempat yang tepat untuk anak saya tumbuh".

Karena kesukaannya belajar, berdiskusi, dan membaca buku, Meng Zi berkembang menjadi orang yang sangat dikagumi kepintaran dan hikmatnya. Bahkan, dewasa ini ia dikenal sebagai seorang filsuf besar negeri China di samping Lao Zi dan Kong Zi.

Baca selengkapnya.....

Kong Zi Berguru pada Anak Kecil: Cerita Inspirasi dari Negeri China


Pada zaman China kuno ada seorang anak ajaib yang sangat terkenal. Anak itu bernama Xiang Tuo. Ia sangat pintar, namun ia terkenal bukan hanya karena kepintarannya, tetapi karena Kong Zi, filsuf dari negeri China pernah belajar darinya saat usia Xiang Tuo belum genap tujuh tahun. Bahkan, Kong Zi pernah meminta Xiang Tuo menjadi gurunya.

Kong Zi pergi ke berbagai tempat dan berbagai negeri untuk mengajar. Suatu saat ketika dalam perjalanan, dari atas kereta ia menyaksikan ada tiga anak sedang bermain pasir dan membangun gunung pasir. Ia sangat tertarik menyaksikan ketiga anak itu bermain, terutama pada seorang anak yang begitu gembira dalam bermain. Anak itu sedang membuat semacam rumah yang dikelilingi benteng. Anak istimewa itu bernama Xiang Tuo.

Kereta yang ditumpangi Kong Zi harus berhenti karena Xiang Tuo bermain di jalan yang akan dilewati Kong Zi. Anak-anak itu terus bermain seolah-olah tidak ada kenderaan yang akan lewat,walau kereta Kong Zi suda ada tepat di hadapan mereka. Karena tidak ingin mengganggu kegembiraan anak-anak, Kong Zi turun dan mendekati anak-anak itu.Setelah beberapa saatKong Zi berkta dengan lembut kepada Xiang Tuo, "Kamu bermain begitu gembira sampai tidak bisa melihat ada kereta yang maulewat, apakah kamu tidak sadar bangunan pasirmu menghalangi jalan?"

Xiang Tuo bangkit dan balik bertanya, "Dari dulu, setahu saya, sebuah kenderaan hanya bisa melewati jalan atau mengitari sebuah kota. Di manakah ada sebuah kota khusus membuat jalan buat sebuat kenderaan?" Kong Zi terkejut. Belum pernah seorang anak umur tujuh tahun bisa berdebat layaknya seorang ahli pikir.

Sementara anak itu terus bermain, Kong Zi berpikir. Ia lalu mendekati Xiang Tuo untuk menguji kepintarannya. "Baik, ucapanmu sungguh masuk akal dan benar. Sekarang saya ada beberapa pertanyaan, apakah kamu bisa mengingat semua pertanyaan ini dan menjawabnya dengan baik. Gunung apa yang tidak ada batunya? Kumpulan air apa yang tidak ada ikan di dalamnya? Pintu apa yang tidak bisa ditutup? Api apa yang tidak ada asapnya? Wanita macam apa yang tidak punya suami? Kapan siang hari terasa pendek? Kapan siang hari terasa panjang? Manusia apa yang tidak punya anak?" Tak terasa Kong Zi mengajukan empat puluh pertanyaan sekaligus.

Namun, Xiang Tuo mendengarkan semua pertanyaan Kong Zi. Tanpa banyak berpikir ia mulai menjawab, "Gunung pasir tidak mempunyai batu! Air minum tidak ada ikannya! Pintu yang tidak ada daun pintunya tidak bisa ditutup! Api amarah tidak ada asapnya! Siang hari terasa singkat pada musim dingin karena setelah pukul tujuh pagi baru mulai terang dan pukul empat sore sudah mulai gelap! Siang hari akan terasa lebih panjang saat musim panas, karena pukul lima pagi sudah terang dan diatas pukul delapan malam baru gelap!" Tak terasa empat puluh macam pertanyaan Kong Zi dijawabnya dengan baik dan lancar.

Semua jawaban Xiang Tuo terasa mudah bagi anak-anak sekarang, namun pada masa itu, khususnya untuk anak yang belum genap berumur tujuh tahun, itu merupakan jawaban yang luar biasa. Apa lagi, Xiang Tuo dapat mengingat semua pertanyaan itu dengan baik tanpa harus menuliskannya di buku tulis atau mencatatnya di komputer, serta dapat menjawabnya dengan urutan yang benar dan teliti. Untuk yang terakhir ini, sulit menjumpai anak sekarang bisa mengingat semua itu. Karena itu, Kong Zi mengangguk-anggukkan kepala dan berkata," Sungguh hebat dan ajaib!"

Xiang Tuo sama sekali tidak tahu bahwa yang dihadapinya adalah seorang filsuf yang sudah kesohor dan sangat disegani pada zaman itu. Xiang Tuo pun balik bertanya dengan pertanyaan yang susah dijawab dengan cepat oleh Kong Zi. Karena itu, Kong Zi berkata padanya,"Pengetahuanmu sangat luas dan dalam. Di kereta saya ada papan catur (catur China), mari ikut saya dan kita bertaruh apakah kamu bisa memenangkannya?"

Xiang Tuo sambil menggeleng-gelengkan kepala menjawab,"Aku tidak ingin bertaruh denganmu!"

Kong Zi mengernyitkan dahi dan bertanya, " Mengapa?"

Xiang Tuo menjawab, "Bertaruh adalah pekerjaan yang membosankan, karena itu tidak ada gunanya. Lagi pula bertaruh banyak ruginya daripada untungnya. Sering orang bertaruh kehilangn akal sehatnya dan tidak bisa membedakan mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Pendidik yang suka bertaruh akan membuatnya malas membaca buku, padahal itu penting untuk pekerjaannya. Petani yang suka bertaruh akan kurang konsentrasi untuk bercocok tanam dan hasil taninya akan jelek. Manajer yang suka bertaruh akan tidak tidak punya hati untuk menyelesaikan semua masalah kerjanya. Raja yang suka bertaruh akan mengabaikan rakyatnya!"

Kong Zi terkesima dan kagum saat mendengar semua perkataan yang menakjubkan dari Xiang Tuo. Karena itu, ia bertanya kepada Xiang Tuo, "Maukah kamu jadi guru saya?"

Sejak saat itu kepintaran dan hikmat Xiang Tuo yang tinggi terkenal ke berbagai tempat dan negeri, khususnya yang dikunjungi oleh Kong Zi. Sementara Kong Zi makin dihormati karena ia mau belajar dari seorang anak yang masih bau kencur.








Baca selengkapnya.....

Kisah Intan dan Batu Arang: Puisi Inspirasi dari Muhammad Iqbal

Wednesday, July 08, 2009

Kini aku buka lagi satu gerbang hakikat
Akan kuceritakan padamu kisah yang lain

Batu arang di tambang berkata kepada intan:
"Wahai, kau yang selamanya bercahaya kemilau
Kita adalah sahabat dan kita adalah satu ujud
Karena asal kejadian kita tak berbeda,
Tak ada nilai dalam diriku hingga aku hancur kelak
Sedangkan kau diletakkan menghias mahkota raja
Hati cermin remuk redam oleh keindahanmu
Dan ujudku yang hitam ini hanya menerangi alat masak
Lalu akhirnya aku jadi abu
Yang diinjak-injak kaki siapa saja
Dan mengubur keadaanku dengan abu itu
Betapa malang nasibku ini.
Tahukah kau dari apa asalku?
Sedangkan kau adalah gas pekat yang membeku
Dikarunia cuma sekali berkilau
Baik dalam sifat maupun fitrah kau bagai bintang
Setiap segimu memancarkan cahaya
Kadangkala kau jadi cahaya mata raja
Namun kadang pula kau jadi hiasan seorang pembunuh

Lalu intan menyahut:
"Wahai, kawan yang bijaksana
Ketahuilah, bahwa tanah hitam yang membatu makin tinggi mutunya
Setelah berjuang dengan lingkungannya
Dia jadi matang tumbuh keras seperti batu
Itulah sifat-sifat yang memberi sinar padaku
Yang mengisi ujudku dengan cahaya
Tapi karena engkau belum begitu matang
Maka kau tampak jadi hina dan tersingkir
Karena tubuhmu lunak kau dibakar orang
Namun, hindarilah rasa takut, duka dan sedih hati
Jadilah batu, jadilah intan!
Siapapun yang rajin berusaha dan kerap mencoba
Akan disinari olehnya
Segenggam tanah adalah muasal Batu Hitam
Yang menghiasi Ka'bah
Nilainya lebih tinggi dari gunung Sinai
Dia selalu dicium oleh yang berdosa dan yang suci
Dalam kesunyianlah letak keluhuran hidup!"

Baca selengkapnya.....

Jargon Masa Lalu oleh Bondan Winarno

Tuesday, June 30, 2009


Kejadian-kejadian yang berlangsung begitu cepat minggu lalu telah membuktikan satu hal: bahwa sesuatu yang besar tidak boleh mengabaikan hal-hal kecil yang secara akumulatif bisa menumbangkannya. Sebatang pohon yang besar--misalnya: beringin--bila ditakik sedikit demi sedikit di pangkalnya, pada suatu ketika akan roboh. Atau seperti syair Rendra, batu besar yang hancur karena butir-butir air yang konsisten menetesinya.

Pemerintahan Presiden Habibie yang sekarang ini pun mau tak mau harus segera berhadapan dengan rincian-rincian kecil yang tampaknya terabaikan. Maklum, dalam waktu yang sedemikian sempit, kegugupan dan demam panggung bagi debutan tentulah masih menjadi kendala utama. Contoh: penamaan kabinet baru dengan nama Kabinet Reformasi Pembangunan. Mengapa masih memakai nama 'pembangunan' ? Bukankah 'pembangunan' adalah jargon masa lalu? Bukankah penggunaan istilah 'pembangunan'mengesankan adanya carry over dari pemerintahan yang telah ditumbangkan?

Kalaupun kita masih akan melakukan pembangunan di masa dekat ini, persisnya yang akan dilakukan bangsa ini adalah development recovery alias upaya pemulihan. Dan untuk memberi label bagi kegiatan seperti itu cukup banyak istilah yang bisa dipilih guna menghindari istilah 'pembangunan' yang sudah passe. Revitalisasi, kek. Kebangkitan Ulang, kek. Ahli komunikasi dan ahli bahasa perlu dilibatkan untuk ikut memikirkan istilah baru yang bisa langsung populer.

Begitu juga penggunaan istilah 'reformasi'. Sekalipun ini adalah istilah yang paling trendi saat ini, dia suda dikooptasi oleh kekuasaan. Pada akhir masa kepresidenannya, Pak Harto masih menyatakan niatnya untuk membentuk Komitte Reformasi dan Kabinet Reformasi. Jadi, jangan salahkan mahasiswa bila mereka mengibrkan spanduk yang bertuliskan "Soeharto-Habibie adalah Satu Paket". Istilah-istilah yang dipakai Pak Habibie belum memberikan kesan tentang adanya jarak antara Pemerintah Orde Baru dan "Pemerintah Reformasi."

Jargon masa lalu masih amat sangat kental mewarnai penamaan elemen-elemen kabinet. Contoh: menteri tenaga kerja. Bukankah istilah 'tenaga kerja' adalah jargon tahun 1960-an? Di masa kini, jargon yang dianggap politically correct adalah 'sumber daya manusia'. Nah, kenapa istilah usang itu masih saja menempel kayak prangko pada kabinet kita? Anehnya, menterinya sendiri kok tega memberi nama usang itu bagi departemennya. Direformasi, juga dong.

Struktur kabinet dengan memakiai menteri koordinator segala itu juga memberikan gambaran betapa tak berubahnya kabinet masa kini dengan kabinet masa lalu. Hanya namanya saja 'reformasi', tapi ruh reformasi itu sendiri gagal hadir dalam penampilan kabinet baru. A change without a change.

Tentu saja tidak hanya nuansa buruk yang dicuatkan oleh kabinet baru ini. Beberapa nama baru, khususnya di jajaran Ekuin (yah, nama lama lagi!), mencitrakan kabinet yang lebih baik daripada sebelumnya. Menteri Keuangan dari Universitas Indonesia, yang kesohor karena pikiran-pikiran makroekonominya, cocok sekali dengan Menteri Perencanaan Nasional dari Universitas Gajah Mada--yang dikenal karena pikiran-pikirannya yang populis. Dibawah koordinasi Pak Ginanjar yang makin kokoh jejaringnya dengan lembaga-lembaga internasional, tampaknya janji untuk mengembalikan Indonesia ke alur pertumbuhan tidaklah terlalu muluk. (Kontan, 1 Juni 1998)

Baca selengkapnya.....

Waktu adalah Pedang oleh Muhammad Iqbal

Sunday, June 28, 2009

Semoga subur makmur makam Imam Syafi'i
Pohon anggurnya telah menggembirakan dunia!
Citanya memetik bintang dari langit
Disebutnya Waktu sebagai pedang yang membabat sagalanya

Apa hendak kukata, bagaimana rahasia pedang itu?
Cahaya dan kilaunya berasal dari hidup ini
Bagi yang memilikinya bebas dari harap dan khawatir
Tanganmu lebih putih dari tangan Musa
Sekali ketuk air muncrat dari tubir gunung
Dan laut jadi tanah
Musa menghunus pedang Laut Merah terbelah dua
Pedang itu pun memberi kekuatan kepada Sayyidina Ali
Yang menaklukkan benteng Chaibar

Revolusi langit begitu jelas
Perkisaran siang-malam amatlah nyata

Lihatlah! Kau yang dibelenggu masa lalu dan masa depan
Pandanglah alam lain dari kalbumu
Tapi mengapa kau semai bibit kegelapan
Kau bayangkan Waktu hanya seperti garis
Waktu cuma kau ukur dengan siang dan malam semata
Kau jadikan ukuran itu pengikat hati tak beriman
Kaulah pembuat iklan kepalsuan seperti arca-arca
Padahal dulu kau unsur yang hidup
Kini mati kering mengabu
Kini kau budak pemuja dusta

Benarkah kau Islam? Ayo, putuskan rantai belenggu itu!
Jadilah pancaran cahaya cemerlang bagi agama orang merdeka
Sebab kau tak tahu asal-usul Waktu
Tak kau kenal kehidupan yang kekal
Untuk berapa lama lagi kau dipenjara malam dan siang?
Petiklah rahasia Waktu
Maka akan kau dapatkan keajaibannya

Bukan matahari yang melahirkan Waktu
Waktu kekal, sedang matahari sebentar akan musnah
Waktu adalah rahasia sinar bulan dan cahaya matahari
Bentangkan waktu
Bedakan masa lalu dan masa depan
Waktu tak berakhir tak bermula
Dia adalah bunga dari taman ruh kita
Mengenal hakikat akan menyegarkan hidup berjiwa baru
Ujudnya lebih syahdu dari fajar
Hidup bermula dari Waktu
Waktu bermula dari hidup

Jangan salah gunakan Waktu
Waktu adalah pedang

Baca selengkapnya.....

Jangan Menyerah di Tengah Jalan

Saturday, June 27, 2009


Di Propinsi Henan ada seorang yang sangat terpelajar bernama Yue Yang. Ia mempunyai istri yang bukan hanya pandai, tetapi juga bijaksana dan terampil. Walaupun saat itu mereka berdua tidak memiliki uang banyak, mereka dapat hidup bahagia.

Suatu pagi, Yue Yang diberi masukan oleh istrinya, "Suamiku, kamu adalah seorang yang terpelajar dan suka sekali membaca buku. Tetapi seharian membaca buku saja dari waktu ke waktu juga tidak baik. Jika kamu bijak coba amalkan pengetahuanmu yang banyak itu dalam kehidupan bermasyarakat. Hanya dengan cara demikian kamu akan menjadi lebih pandai dan bijaksana serta pengetahuanmu akan sangat berguna. Pergilah keluar dan temuilah orang-orang, jika mereka punya masalah coba bagaimana kamu menyelesaikan dengan apa yang sudah kamu pelajari! Selain itu diluar sana kamu bisa menuntut pengetahuan dan belajar dari orang-orang yang pantas."

Setelah berpikir panjang, Yue Yag pun berkemas dan membawa bekal untuk pergi ke kota, tempat ia bisa bertemu dengan banyak orang. Ia ingin pergi untuk mengamalkan ilmu dan juga untuk bisa belajar banyak. Karena itu, walaupun ia sangat rindu pulang ke rumah, ia selalu teringat perkataan istrinya agar ia bisa lebih maju lagi. Ia tetap menguatkan hati ketika rasa kangen mengganggu dirinya. Tidak terasa sudah setahun ia meninggalkan rumahnya dan ia sudah pergi ke banyak tempat dan menjumpai banyak orang. Pengetahuan Yue Yang pun bertambah luas dan hikmahnya bertambah dalam. Tetapi karena sudah tidak bisa menahan rindu untuk bertemu istri yang sangat dicintainya, maka ia pun pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, Yue Yang memutuskan untuk membuat istrinya terkejut. Karena itu, ia pun masuk dengan mengendap-endap. Pintu ia buka secara hati-hati agar tidak mengeluarkan suara. Di dalam rumah tampak istrinya sedang menyulam. Istrinya tidak menyadari bahwa suaminya sudah ada di belakangnya. Ia terus sibuk menyulam kain. Setelah tepat di belakang tubuh istrinya, Yue Yang dengan tersenyum lebar berteriak,"Istriku, aku sudah pulang!"

Istrinya kaget namun merasa gembira suami yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya ada di hadapannya. Mereka pun berpelukan, dan bercerita dari hati ke hati sepanjang hari.

Setelah beberapa hari istrinya bertanya serius kepadanya,"Apakah kamu sudah berhasil? Apakah pengetahuan dan hikmahmu sudah cukup banyak?"

Yue Yang pun menjawab,"Aku sudah banyak belajar tetapi tentu saja pengetahuan dan hikmatku belum cukup banyak! Tetapi aku tidak kuasa menahan rindu lagi, jadi aku memutuskan untuk pulang dan merasa cukup."

Mendengar jawaban suaminya, istrinya pun segera pergi ke tempat menyulam kain yang sudah setengah jadi. Ia mengambil gunting dan memotong-motongnya secara sembarangan, dan kain itu pun tidak beraturan lagi.

Dengan kaget dan tidak dapat memahami apa yang dibuat istrinya, Yue Yang bertanya, "Ada apa denganmu? Sudah susah payah menyulam sampai setengah jadi begini, lalu kamu gunting-gunting dan merusaknya. Kalau begini kain itu sudah tidak berguna lagi, lagi pula sayang sekali waktu, pikiran dan tenaga yang sudah kamu gunakan untuk menyulam kain ini."

Istrinya pun menjelaskan apa maksudnya,"Kamu merasa sayang sekali kalau kain ini saya rusak, kan? Sebenarnya kain yang sudah disulam separuh dan potongan kain ini sama saja tidak ada gunanya. Kain setengah jadi belum bisa digunakan untuk membuat sebuah baju demikian juga dengan potongan kain ini. Kamu belajar baru separuh sudah tidak berniat lagi belajar karena rindu rumah. Kamu harus bisa menguasai dirimu agar belajar sampai cukup berguna. Kalau tidak, apa yang kamu pelajari tidak ada bedanya dengan kain setengah jadi yang saya potong-potong ini; sama-sama tidak berguna."

Setelah mendengar apa yang dikatakan, Yue Yang pun mengerti apa maksudnya. Ia berkemas dan pergi lagi untuk belajar sampai cukup. Yue Yang terus belajar sampai menjadi ilmuwan dan ahli dalam pendidikan. Tidak terasa ia sudah tujuh tahun pergi meninggalkan rumah dan tidak pernah bertemu dengan istrinya. Setelah sukses dalam belajar dan berguna bagi orang, maka ia pun melangkah mantap untuk menjemput istrinya.

Di kemudian hari, tindakan istrinya itu menjadi sebuah idiom; BAN TU ER FEI. JANGAN MENYERAH DI TENGAH JALAN !!!



Baca selengkapnya.....

Melewati Rintangan Menuju Bintang oleh Maulana Wahiddin Khan

Tuesday, June 23, 2009


Menurut Ian Nash, ilmuwan Inggris yang menghabisakan waktunya 11 tahun di Jepang untuk membuat penelitian mendetail tentang bahasa dan bangsa, hal yang paling mengguncang orang Jepang bukanlah pergolakan politik tetapi gempa bumi Kanto yang dahsyat (1 September 1923) yang menewaskan seluruh penduduk bagian Timur Jepang. Masalah lain yang muncul adalah kehancuran dua kota besar Jepang (Hiroshima dan Nagasaki) menjadi pegunungan membara sebagai akibat dijatuhkannya bom atom. Ini menyebabkan kekalahan total Jepang pada Perang Dunia II tahun 1945.

Orang mungkin membayangkan bahwa negara manapun yang sudah dimatikan seperti hembusan yang menghancurkan tidak akan pernah bisa bangkit kembali dari kehancurannya. Tetapi itu jauh dari kenyataan, bagi Jepang, tidak hanya telah memulihkan dirinya sendiri, bahakan sekarang menunjukkan sebagai negara yang paling kuat dalam hal perdagangan dan industri dunia. Jepang telah menjadi sebuah tempat kegiatan teknologi yang besar, disamping telah menempatkan dirinya pada dunia industri jauh setelah Inggris, Eropa dan Amerika. Yang lebih penting dicatat, Jepang tidak memiliki sumber daya alam sebagaimana dimiliki oleh negara-negara industri yang lebih dulu maju sebagai harta terpendam pada tanah mereka sendiri--yang hanya menunggu untuk digali.

Dalam kehidupan seseorang, hal yang paling penting adalah kemauan untuk berbuat. Andai orang Jepang menyerah kepada rasa kehilangan dan putus asa, dan membuang energi dalam proses politik, negeri mereka akan bernasib malang menjadi menurun dan runtuh. Tetapi, seperti yang terjadi, mereka mengatasi semua perasaan sebagai korban sebagaimana telah mereka alami. Mereka kemudian merancang ulang pembangunan kehidupan bangsa mereka dengan sebuah kemauan dan jalan. Walaupun beberapa gempa bumi mengakibatkan mereka mati dan binasa, mereka telah menjadikan hal itu sebagai pendorong untuk membangun kehidupan mereka yang baru.

Keadaan yang tak kenal kasihan tersebut mendorong seseorang mempunyai kemauan, semua potensi dan kemampuan terpendamnya terbawa keluar. Orang dapat berpikir lebih baik, merencanakan lebih berhasil, dan membuat usaha yang lebih besar agar rencananya membuahkan hasil. Orang yang kurang mempunyai kemauan untuk meningkatkan hidupnya seperti orang menaiki motor yang tida bergerak kemana-mana.

Pengalaman juga telah menunjukkan bahwa kepuasan dan rasa senang dapat menjadi faktor perusak yang lebih besar pada perkembangan manusia daripada pembinasaan dan keputusasaan. Yang demikian bukan berarti bahwa kemalangan itu sendiri lantas menguntungkan.Bukan ! Adlah sederhana, sesungguhnya percikan api semangatlah yang menyalakan mesin jiwa manusia dan mengarahkannya pada hal-hal yang lebih besar. Pada inisiatifnya, hal itu merupakan yang utamadan ia merupakan kekuatan yang tanpa kompromi mendorong seseorang untuk terus ke depan. Dalam wajah kemalangan, kekuatan tersembunyi muncul ke muka, dan dengan kekuatan itu adalah mungkin bagi siapa saja untuk menggapai keluhuran yang sesungguhnya, bukan sekedar impian. Tapi yang pertama dan utama harus ada kemauan untuk melakukannya. Harus ada kemauan untuk berhenti berkubang dalam menyesali diri sendiri dan untuk bangun dan mengambil tindakan.

Itu tidaklah kemudahan, tetapi usaha, bukan fasilitas tapi kesulitan yang membuat manusia menjadi dirinya.



Baca selengkapnya.....

Cara memanfaatkan Intimidasi Positif dan Menghindari Kerja Keras oleh Dave Johnson

Thursday, June 18, 2009


Siapapun yang bilang bahwa setiap orang harus bekerja keras bila ingin sukses, itu benar. Namun bagaimanapun juga, sebetulnya dia tidak seratus persen benar. Kerja keras itu sendiri hanya membuat orang agak sukses. Bagi yang tahu bahwa kerja keras hanya merupakan salah satu bagian penting dari kesuksesan itu sendiri, pasti bisa lebih sukses dari yang dibayangkan. Orang yang tahu dan terampil menggunakan intimidasi positif sebagai partner setianya dalam meraih kesuksesan, bisa menghindari kerja keras. Artinya, dia bisa meraih kesuksesan, dan bisa menghindari kerja keras. Dia bisa meraih kesuksesan tanpa pemborosan energi dan dana, yang sebetulnya bisa dihemat seefisien mungkin. Dan tentu saja hasilnya, bisa dimanfaatkan untuk meraih target berikutnya.

Suatu contoh sederhana adalah saya sendiri. Dulu saya adalah wakil direktur sebuah perusahaan yang menangani grosir. Saya bekrja 69 jam perminggu, tujuh hari setiap minggunya. Tentu saja hal ini sangat mengganggu kehidupan pribadi saya. Saya tidak pernah punya waktu luang untuk isteri dan ketiga anak saya yang lagi lucu-lucunya tumbuh dan berkembang.

Untung saja isteri saya bisa mengerti keadaan ini. Kalau tidak, bisa runyam semua. Sebab, setiap pulang ke rumah, saya pasti langsung mandi, tiduran dan langsung pulas begitu mencium bantal saking penatnya. Esoknya, sesuai jadwal, sehabiis makan pagi, saya pun terus ke kantor lagi. Begitu seterusnya, tanpa hari libur, tanpa waktu senggang buat keluarga. Saya bagai orang asing bagi anak-anak saya sendiri. Dan sungguh menyakitkan ketika suatu kali Ria yang baru dua tahun itu, menangis dan menjerit-jerit sewaktu saya gendong sepulang dari kerja. Saya begitu kangen, eh dianya ketakutan seperti layaknya digendong orang yang belum pernah di kenalnya. Apa mau dikata, salah saya juga, tidak pernah punya waktu untuk bercanda dan lebih saling mengenal mereka, anak-anak saya. Saya pikir, toh hidup saya tidak dua kali lebih baik, dengan cara kerja saya yang tidak kenal waktu ini.

Pada akhirnya saya sadar, bahwa kerja keras melulu tidak seratus persen menjamin bahwa orang tersebut bakal sukses dan sejahtera. Setidaknya, tidak buat saya. Saya jadi berfikir, pasti ada faktor lain yang membuat orang bisa sukses dan sejahtera. Lalu saya buka mata saya lebar-lebar dan saya baca semua buku yang menyediakan informasi yang saya perlukan. Bukan itu saja, saya juga rajin menganalisa setiap teknik dan taktik yang kebetulan saya jumpai. Saya lalu mengetahui, bahwa meskipun kerja keras itu merupakan faktor penting dalam meraih kesuksesan, ternyata ada faktor lain yang lebih penting. Yakni dengan menggunakan INTIMIDASI POSITIF secara lebih efektif dan efesien, ketimbang sekedar kerja keras melulu. Seperti pepatah Jerman, sebetulnya kita ini lebih cepat menjadi tua, ketimbang menjadi pintar.

Cara kerja yang efektif dan efesien, meliputi beberapa faktor penting. Biasanya orang punya cita-cita besar, rencana besar, tetapi ada sesuatu yang terlewatkan. Yakni memanfaatkan intimidasi positif secara lebih efektif dan efisien.

Satu contoh lagi adalah Joko, seorang sales yang pernah membuat saya berdecak kagum. Suatu siang, sehabis makan siang bersama, seseorang telah menunggu Joko di ruang pamer. Melihat situasi demikian, respon Joko adalah mendekati orang tersebut, yang tengah mengamati satu set kursi tamu model terbaru. Tanpa promosi yang panjang lebar, lagi pula dalam beberapa menit saja, orang itu telah digiringnya kekantornya untuk menandatangani transaksi jual beli. Saya jadi melongo. Cepat benar dia mencetak transaksi, dengan komisi yang tidak kecil pula.

Dari hasil pengamatan, analisa saya mengatakan bahwa semua ini bisa saja dilakukannya dengan mudah, lantaran Joko punya kapasitas tersendiri dalam menjual, yang didukung dengan sikap profesionalnya dalam humas. Dia mendekati calon konsumen dengan intimidasi positif dalam setiap tutur katanya.

Tapi saya belum puas dengan analisa pengamatan saya sendiri. Saya tidak bisa menahan rasa ingin tahu saya, dan menanyakannya langsung kepadanya. Katanya, selagi dia mendekati calon konsumennya, dia sudah bisa merasakan bahwa orang itu pasti bakal beli. Jadi dia tinggal menutupnya saja dengan pertanyaan final: "Citra rasa anda cukup tinggi. Kami menyediakan dua warna pilihan. Merah jambu romantis dan kuning matahari yang berani." Dia tidak lagi berceloteh tanpa guna ketika dia merasa bahwa orang itu telah memutuskan untuk membeli. Dengan langkah mantap, dibimbingnya konsumen tadi untuk menyetujui transaksi tersebut.

Suara Joko tidak pernah mengekspresikan keraguan. Selalu yakin, penuh kekuatan dan percaya diri. Suara yang demikianlah yang dibutuhkan calon konsumen, untuk memutuskan apakah dia jadi membeli atau tidak. Kalau jadi, membeli yang ini atau yang itu, dan seterusnya. Sebetulnya pembeli itu butuh bimbingan, pengarahan dan jaminan rasa aman bawa keputusan yang dibuatnya adalah benar dan menguntungkan , dan bukan sebaliknya. Jauh di lubuk hati,pembeli adalah orang yang ingin berkonsultasi, minta pendapat anda. Jadi asal tahu caranya saja, transaksi itu mudah dibuat.



Baca selengkapnya.....

Sun Kang yang Gemar Membaca

Wednesday, June 17, 2009


Penduduk di negeri China suka sekali belajar. Salah satu kisah yang sering digunakan oleh guru dan orangtua untuk memotivasi seorang anak agar rajin belajar adalah kisah Sun Kang yang rindu terus membaca hingga terluka.

Sun Kang hidup pada zaman Dinasti Jin (317-420 Masehi). Sejak usia kanak-kanak sudah tampak kepintarannya. Ia suka sekali terhadap buku, tetapi ia dibesarkan dari keluarga yang sangat miskin sampai minyak untuk lampu pun tidak sanggup dibeli. Karena miskin dan dorongan kebutuhan yang mendesak, maka orangtuanya mewajibkan semua anaknya untuk bekerja, termasuk Sun Kang yang masih kecil. Setiap hari ia bekerja sampai menjelang malam sehingga pulang ke rumah dalam keadaan lelah dan juga tidak ada lagi waktu untuk membaca buku karena di rumah tidak ada penerangan. Di desa itu hanya rumah Sun Kang yang tidak ada penerangannya.

Sun Kang sering berangan-angan kalau saja rumahnya memiliki lampu, maka ia bisa membaca banyak buku. Karena sangat ingin membaca buku, ia bertanya kepada ayah dan ibunya,"Semua tetangga kita mempunyai lampu, hanya rumah kita yang tidak punya lampu. Jika begini terus, siang hari bekerja dan malam hari tidak bisa membaca buku, kapan saya bisa menjadi anak yang pintar. Bisa tidak kita punya satu lampu?"

Mendengar pertanyaan anaknya, kedua oprangtuanya sangat sedih. Dengan berat hati mereka berkata, "Sun Kang, kita sangat miskin dan minyak untuk lampu sangat mahal, kitas tidak sanggup membelinya. Jika kita membeli minyak untuk lampu, kita sekeluarga pelan-pelan bisa mati kelaparan." Setelah berkata begitu kedua orangtuanya meneteskan airmata. Ia pun ikut menangis. Sun Kang sungguh mengerti dan prihatin akan kondisi keluarganya sehingga ia berjanji dalam hati untuk tidak lagi menuntut orangtuanya membeli lampu minyak.

Kerinduan untuk membaca buku tetaplah besar. Sun Kang sering meminjam buku orang lain dan ia selalu mengembalikan buku itu tepat waktu. Kendatipun seharian telah lelah bekerja, malam hari ia selalu pergi ke luar rumah untuk mencari sinar rembulan pada malam hari untuk membaca buku. Namun, karena sinar yang serba terbatas membuat kedua matanya sering letih dan tak sanggup membaca dengan waktu yang panjang.

Pada suatu musim dingin, turun salju yang sangat lebat. Pada waktu malam hari hujan salju berhenti, udara sangat segar, dan malam itu terang rembulan sangat baik. Sun Kang berpikir ini waktu yang baik untuk membaca buku. Karena itu, ia pergi ke luar dengan membawa satu buku dibaca di bawah sinar rembulan dan juga terang dari lampu tetangga. Setelah membaca, ia pun merasa lelah dan ingin pulang. Dalam perjalanan pulang ia tersandung dan bukunya jatuh di atas salju. Karena ingin menyelamatkan bukunya, ia segera bangkit untuk mengambil buku itu walau kakinya terluka. Pada waktu ia hendak memungut bukunya, ia bisa melihat dengan jelas tulisan yang ada dalam buku. Kok bisa? Ternyata salju yang padat bisa memantulkan sinar sehingga bisa membuat cahaya lebih terang dari sinar rembulan.

Menemukan peristiwa ini, Sun Kang pun bergembira karea ternyata di balik musim salju yang dingin dia dapat membaca buku dengan lebih baik. Mulai hari itu tiap malam ia pergi ke luar untuk membaca buku dengan memanfaatkan sinar rembulan dan pantulan cahaya dari salju. Ia terus berusaha melawan dingin agar bisa membaca buku. Padahal, jika orang kedinginan mudah menderita borok di kulit. Penyakit ini disebut dong chuang. Jika orang sudah menderita borok tersebut, borok itu tidak bisa sembuh sampai musim dingin usai. Borok itu membuat daging dan kulit terbuka sehingga perih sekali. Namun, walau harus menderita borok yang sangatperih, Sun Kang tetap pergi pada malam yang dingin hanya untuk bisa membaca buku. Lama kelamaan tangan dan kakinya penuh dengan dong chuang yang sangat perih, tetapi itu sama sekali tidak membuatnya berhenti membaca buku. Menurut Sun Kang, hanya dengan sinar rembulan dan pantulan sinar dari salju ia bisa membaca banyak buku.Oleh karena itu, tidak perduli berapa sakit yang harus ia tahan dari borok musim dingin itu, ia tetap akan membaca buku.

Akhirnya Sun Kang tumbuh menjadi ahli pikir yang brilian dan menjadi penasihat yang baik untuk membangun kerajaan. Kisah ini berkembang dari mulut ke mulut dan dari generasi ke generasi. Kisah Sun Kang sungguh mengharukan dan sering menjadi cerita yang mampu memotivasi anak-anak di China untuk rindu membaca dan belajar. Teruslah membaca dan belajar walau untuk itu harus terluka.



Baca selengkapnya.....

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP