Showing posts with label Sepatu. Show all posts
Showing posts with label Sepatu. Show all posts

Kerja Keras................................Free Carlos Arboleya Inspiration

Thursday, September 10, 2009




Bagaimana perasaan Anda kalau Anda meninggalkan tanah air, meninggalkan keluarga dan teman-teman, dan pindah ke negara lain untuk memulai dari awal lagi? Tepat itulah yang dilakukan Carlos Arboleya lebih dari dua puluh tahun yang lalu, setelah Castro mengambil alih bank-bank di Kuba.

Pada tahun 1960 Carlos bekerja dalam usaha naik tangga ke kedudukan sebagai pejabat akunting di salah satu bank terbesar di Kuba. Tetapi pada suatu pagi dia datang untuk bekerja dan mendapatkan bahwa semua bank swasta telah di ambil alih oleh rezim komunis Castro. Tiga minggu kemudian Carlos berhasil membawa dirinya, istrinya, dan anak laki-lakinya yang masih kecil meninggalkan Kuba menuju kemerdekaan di Amerika.

Dia punya uang empat puluh dua dolar. Dia tidak punya pekerjaan, demikian pula dia tidak kenal dengan seorangpun di negaranya yang baru. Dia pergi ke setiap bank di Miami tetapi tidak berhasil menemukan pekerjaan. Akhirnya dia mendapat pekerjaan di pabrik sepatu dengan tugas membuat inventarisasi. Dia bekerja dengan tidak mengenal lelah sehingga dalam waktu enam belas bulan dia menjadi manejer perusahaan sepatu. Dalam waktu singkat dia ditawari pekerjaan di bank yang merupakan mitra bisnis pabrik sepatu. Selanjutnya merupakan sejarah. Carlos Arboleya sekarang ini menjadi salah seorang bankir yang paling sukses di Amerika.

Dari jurutulis inventaris di pabrik sepatu menjadi presiden direktur kelompok bank terbesar di Miami--itulah kisah salah seorang pengungsi yang positif. Tempat Anda memulai tidak penting. Tempat yang Anda tuju itulah yang penting.

SEDIKIT DAN SERING MENJADI BANYAK.


Baca selengkapnya.....

Tindakan : A Free Inspiration From Teresa Bloomingdale

Tuesday, September 08, 2009




Teresa Bloomingdale mengatakan dia tidak pernah melihat hal apapun sebagai tragedi. Pada tahun 1975, ketika dia berlindung di ruang bawah tanah bersama sembilan anak, rumahnya di terbangkan sama sekali oleh angin puyuh. Pikirannya yang pertama adalah ," Lagi pula kami harus pindah rumah. Sekarang saya tidak perlu mengemasi apapun." Nah, itulah seorang optimis! (Seorang optimis juga diperikan sebagai seorang laki-laki yang kalau sepatunya habis, hanya berpikir bahwa dia kembali berdiri di atas kakinya sendiri).

Tetapi itulah cara Teresa Bloomingdale berpikir. Dia memutuskan bahwa dia ingin mulai menulis secara profesional pada umur empat puluh dua tahun, ketika kesepuluh anaknya berumur antara dua sampai empat belas tahun. Sebagaimana dia mengingatnya," Saya punya tiga anak prasekolah di rumah dan dua ekor anjing. Saya menulis di meja makan dengan bayi di pangkuan dan seorang anak kecil bermain-main di antara kaki saya--kalau dia lepas, dia akan membuat rumah berantakan."

Teresa menulis pada setiap kesempatan. Setelah menerima banyak slip penolakan, dia menjual artikel pertamanya sepuluh dolar. Mereka menggunakan satu paragraf dari kiriman naskahnya sebanyak tiga ribu kata. Dia terus menulis. Dia menulis bukunya yang pertama tahun 1977; pada tahun 1982 Teresa diangkat sebagai editor penyumbang untuk majalah McCall's. Doubleday belum lama ini menandatangani kontrak dengan dia sebesar dua ratus lima puluh ribu dolar. Teresa tidak bisa menghentikan angin puyuh juga tidak bisa menghentikan optimisme Teresa Bloomingdale!

JANGAN PUTUS ASA; TETAPI KALAU ANDA PUTUS ASA, BEKERJALAH DALAM KEPUTUSASAAN. (EDMUND BURKE)


Baca selengkapnya.....

Sukses: A Free Inspiration From Janet Lynn

Monday, September 07, 2009




Janet Lynn adalah perpaduan yang sempurna antara kecantikan dan energi. Pada umur lima belas tahun, dia memenangkan yang pertama dari lima gelar kejuaraan sepatu luncur keindahan wanita A.S. Pada tahun 1972 dia memenangkan medali perunggu pada Olimpiade Musim Dingin di Jepang. Pada tahun 1973 Janet menandatangani kontrak dengan Ice Follies sebesar $1,45 juta, menjadikan dirinya wanita olahragawan dengan bayaran paling tinggi di dunia.

Walaupun demikian, masalah pernapasan memaksa Janet mundur pada umur dua puluh dua tahun. Sekarang Janet Lynn yang berumur dua puluh sembilan tahun telah mengatasi gangguan fisiknya dan berusaha membuat comeback. Ketika dia mula-mula kembali main sepatu luncur es, beberapa menit di atas es membuatnya kelelahan dan mencegahnya melakukan lompatan bahkan yang paling sederhana. Dia merasa seperti tidak punya otot lagi yang tersisa. Untuk menanggapi masalahnya, Janet merancang jadwal latihan yang keras, yang membantunya mendapatkan peningkatan sedikit demi sedikit. Akhirnya, dia bisa melakukan lompatan yang sederhana; kemudian lompatannya berangsur-angsur semakin tinggi, lebih rumit, dan jauh lebih menuntut usaha.

Saya merasa bahagia menceritakan kepada Anda bahwa Janet Lynn berhasil kembali. Sekali lagi dia main sepatu luncer es di muka banyak penonton. Dia telah menandatangani kontrak untuk main sepatu luncer es secara profesional dengan Jo Jo Starbuck dan jagoan main sepatu luncer es lainnya.

Janet Lynn punya banyak alasan untuk menyerah, tetapi dia tidak menyerah. Itu tidak mudah, tetapi dia akan mengukuhkan pernyataan yang sering diulangi bahwa Anda tidak membayar harga untuk sukses, tetapi Anda menikmati keuntungan sukses. Baiklah saya dorong Anda untuk tidak menyerah dalam mengejar tujuan hidup Anda. Janet Lynn telah berhasil menempuh jalan panjang--dan demikian pula Anda pasti bisa.

ANDA TIDAK BISA MEMANJAT TANGGA SUKSES DENGAN TANGAN DI DALAM SAKU


Baca selengkapnya.....

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP